3 WNI Hilang di Selat Hormuz Masih dalam Proses Pencarian
Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan pencarian terhadap tiga warga negara Indonesia (WNI) yang hilang di Selat Hormuz masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. Ketiga WNI tersebut dilaporkan hilang setelah insiden kebakaran dan tenggelamnya kapal tugboat Musaffah 2 pada 6 Maret 2026.
Pelaksana tugas Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI Heny Hamidah mengatakan proses pencarian masih berlangsung tanpa henti.
“Untuk tiga orang WNI yang hilang di Selat Hormuz, sampai saat ini masih dilakukan pencarian dan otoritas setempat juga masih terus melakukan pencarian selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai otoritas setempat menyatakan pencarian dihentikan,” kata Heny dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (13/3/2026), dikutip dari Antara.
Heny menambahkan hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah setempat mengenai penyebab ledakan di kapal tugboat tempat para WNI tersebut bekerja.
Ia juga menyebutkan belum ada laporan mengenai WNI lain yang terjebak di wilayah Selat Hormuz.
Insiden terjadi pada 6 Maret ketika kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab terbakar dan kemudian tenggelam di Selat Hormuz. Akibat kejadian itu, satu WNI dilaporkan dirawat di rumah sakit di Oman, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Selain itu, Kemlu juga menyampaikan perkembangan proses evakuasi WNI dari Iran. Sebanyak 32 WNI telah tiba di Indonesia pada 10 Maret 2026.
Pada tahap evakuasi kedua, pemerintah akan memulangkan 34 WNI dalam dua gelombang. Sebanyak 20 orang dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, sementara 14 orang lainnya akan tiba pada Sabtu.
“Gelombang pertama akan tiba hari ini sebanyak 20 orang dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta,” ujar Heny.
Terkait rencana evakuasi berikutnya, pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus melakukan asesmen terhadap situasi keamanan di Iran serta kondisi WNI yang masih berada di negara tersebut.
Menurut Heny, langkah evakuasi selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan serta kesiapan dan kesediaan para WNI yang berada di wilayah terdampak.
“KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan masukan tentang situasi mereka di lokasi masing-masing,” katanya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi itu juga berdampak pada jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu dan memicu kenaikan harga minyak dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




