ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran: Negara yang Mengikuti Protokol Bisa Melewati Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:44 WIB
IA
MK
Penulis: Ichsan Ali | Editor: MBK
Kapal tanker minyak dan kapal kargo berjejer di Selat Hormuz seperti terlihat dari Mina Al Fajer, Uni Emirat Arab.
Kapal tanker minyak dan kapal kargo berjejer di Selat Hormuz seperti terlihat dari Mina Al Fajer, Uni Emirat Arab. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Republik Islam Iran melalui Duta Besar untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan pernyataan mengenai status terkini Selat Hormuz.

Boroujerdi menyampaikan Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi dengan syarat ketat, yakni hanya bagi negara-negara yang tidak bekerja sama dengan musuh Iran.

Pernyataan tersebut menepis isu penutupan total selat itu sekaligus menjadi peringatan bagi negara-negara yang memberikan dukungan logistik atau wilayah bagi pihak lawan untuk menyerang Iran.

Boroujerdi menjelaskan Selat Hormuz merupakan wilayah di mana Iran berperan sebagai penyelenggara keamanan utama. Oleh karena itu, akses keluar-masuk sangat bergantung pada sikap politik serta kepatuhan negara-negara pengguna jalur tersebut terhadap protokol yang berlaku.

ADVERTISEMENT

“Selat Hormuz terbuka untuk negara-negara yang tidak mengizinkan pihak musuh memanfaatkan wilayah mereka untuk menyerang Iran,” ujar Boroujerdi di Jakarta.

Ia menambahkan dalam situasi konflik terdapat protokol lalu lintas khusus yang harus dipatuhi.

“Tentu negara-negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh, mereka yang mematuhi protokol lalu lintas dari Selat Hormuz, khususnya pada saat perang, bisa melewati Selat Hormuz,” imbuh Boroujerdi.

Meski pengawasan diperketat, Boroujerdi memastikan hubungan diplomatik serta perdagangan dengan negara sahabat seperti Indonesia tidak terganggu. Ia mengungkapkan kapal-kapal Indonesia masih diberikan izin melintas karena dinilai mematuhi aturan keamanan yang berlaku.

“Misalkan saja kemarin ada dua kapal Indonesia yang berhasil dan diizinkan lewat dari Selat Hormuz,” jelasnya.

Namun, pihaknya memberikan peringatan keras bahwa stabilitas Selat Hormuz bersifat timbal balik. Jika keamanan Iran terancam, Iran tidak menjamin keamanan jalur perdagangan dunia tersebut bagi pihak mana pun.

“Selat ini merupakan tempat di mana kami adalah penyelenggara keamanan. Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya,” tegas Boroujerdi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Selat Hormuz Bergejolak: Kapal Tanker Disita dan Kargo Ditenggelamkan

Selat Hormuz Bergejolak: Kapal Tanker Disita dan Kargo Ditenggelamkan

INTERNASIONAL
Gedung Putih: AS-China Sepakat Selat Hormuz Harus Dibuka Kembali

Gedung Putih: AS-China Sepakat Selat Hormuz Harus Dibuka Kembali

INTERNASIONAL
Trump Tak Mau Minta Bantuan China untuk Atasi Konflik Selat Hormuz

Trump Tak Mau Minta Bantuan China untuk Atasi Konflik Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dampak Perang AS-Iran, Kemasan Camilan Jepang Jadi Hitam Putih

Dampak Perang AS-Iran, Kemasan Camilan Jepang Jadi Hitam Putih

EKONOMI
Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

INTERNASIONAL
Korea Selatan Pertimbangkan Dukung AS Amankan Selat Hormuz

Korea Selatan Pertimbangkan Dukung AS Amankan Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon