2 Pekan Pekan Perang AS-Israel vs Iran: Korban Tewas Tembus 3.000 Jiwa
Minggu, 15 Maret 2026 | 20:27 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam dua minggu terakhir telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat memilukan. Statistik terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 3.000 orang, termasuk warga sipil dan personel militer, dinyatakan tewas sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026 lalu.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan hingga Sabtu (14/3/2026), total kematian di Iran mencapai 2.420 jiwa, yang terdiri dari 1.298 warga sipil dan 1.122 personel militer. Sejak pertempuran meletus pada 28 Februari 2026, angka korban terus merangkak naik seiring belum adanya tanda-tanda deeskalasi.
Lebanon menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi kedua. Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon merilis data terbaru yang menyebutkan sedikitnya 826 orang tewas akibat serangan udara, termasuk 106 anak-anak. Insiden mematikan terbaru terjadi di kota Bourj Qalaouiyeh, di mana serangan udara menghantam fasilitas kesehatan dan menewaskan 12 petugas medis.
Di Irak, sedikitnya 32 orang tewas, mayoritas berasal dari kelompok Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF). Konflik ini juga menyeret militer internasional lainnya, dengan satu tentara Prancis dilaporkan tewas di wilayah Kurdistan Irak pada Kamis (12/3/2026) lalu.
Pertempuran ini tidak hanya melanda wilayah konflik utama, tetapi juga menyebar ke negara-negara tetangga dan pangkalan militer internasional. Di Israel 15 orang tewas, termasuk korban serangan rudal di pemukiman sipil Beit Shemesh.
Amerika Serikat kehilangan 13 prajurit, termasuk enam orang dalam kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar di Irak dan enam lainnya dalam serangan di Kuwait.
Di negara Teluk, Kuwait melaporkan enam kematian, sementara Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi enam korban jiwa. Oman, Bahrain, dan Iran juga melaporkan korban dalam rangkaian serangan balasan.
Badan pengungsi PBB mengungkapkan data yang mengejutkan bahwa lebih dari 3 juta warga Iran kini telah mengungsi demi mencari keselamatan. Tak hanya nyawa, kerugian finansial juga melonjak drastis. Hanya dalam enam hari pertama konflik, Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan dana sebesar US$ 11,3 miliar (sekitar Rp 176 triliun).
Sementara itu, Israel menyatakan bahwa konflik dengan Iran kini memasuki "fase menentukan" yang berpotensi diperpanjang. Menanggapi hal tersebut, Teheran memperingatkan bahwa mereka akan mengerahkan persenjataan yang lebih canggih, termasuk rudal dengan daya ledak lebih kuat, sebagai bentuk pembalasan atas gugurnya sejumlah komandan tinggi militer dan politik mereka.
Ringkasan korban tewas hingga 15 Maret 2026
- Iran: 2.4201 tewas (1.298 sipil dan 1.122 militer)
- Lebanon: 826 tewas termasuk 106 anak-anak
- Irak: 32 tewas
- Israel: 15 tewas
- AS: 13 tentara tewas
- UEA dan Kuwait: 12 tewas (gabungan serangan udara)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




