Perang AS-Israel vs Iran Telan Ribuan Korban Jiwa
Selasa, 10 Maret 2026 | 23:41 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak hanya menimbulkan korban di tiga negara tersebut. Perang yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir juga berdampak luas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah negara di kawasan tersebut dilaporkan mengalami korban jiwa dan luka-luka akibat serangan rudal maupun drone yang berkaitan dengan eskalasi konflik.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), beberapa negara yang terdampak serangan Iran di antaranya Yordania, Bahrain, dan Qatar.
Di Yordania, sedikitnya 14 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan Iran. Sementara di Bahrain, satu orang meninggal dunia dan sekitar 40 orang lainnya terluka.
Adapun di Qatar, tercatat 14 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang sama.
Negara lain yang juga terdampak adalah Uni Emirat Arab, dengan laporan empat orang meninggal dunia dan 112 orang terluka. Di Arab Saudi, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 orang lainnya terluka.
Sementara itu, di Oman satu orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Di Kuwait dan Irak, masing-masing dilaporkan enam korban jiwa akibat serangan rudal dan drone Iran.
Di sisi lain, dampak konflik juga dirasakan di Lebanon, dengan laporan 394 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu di Israel, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas dan sekitar 2.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi selama konflik berlangsung.
Korban juga dilaporkan dari pihak militer Amerika Serikat. Sebanyak delapan tentara AS dilaporkan meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka.
Serangan balasan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat juga menyebabkan korban besar di Iran. Berdasarkan laporan otoritas setempat, sedikitnya 1.255 orang meninggal dunia dan sekitar 12.000 orang mengalami luka-luka.
“Jumlah warga yang tewas dan terluka dalam sembilan hari terakhir mencapai lebih dari 12.000 orang terluka dan 1.255 orang meninggal dunia,” kata Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian.
Disebutkan pula bahwa usia korban berkisar antara delapan bulan hingga 88 tahun. Sekitar 200 perempuan termasuk di antara korban tewas.
Selain itu, sebanyak 168 anak dilaporkan meninggal dunia dalam serangan di sebuah sekolah dasar di wilayah Minab. Konflik tersebut juga menimbulkan korban di kalangan tenaga kesehatan, dengan 55 petugas medis terluka dan 11 lainnya meninggal dunia, termasuk empat dokter, dua perawat, serta tiga petugas layanan darurat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Tiba di Cimahi, Jenazah Mayor Zulmi Disambut Lantunan Doa




