Donald Trump: Serangan ke Iran Cegah Perang Dunia III
Selasa, 17 Maret 2026 | 04:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas terkait eskalasi konflik di Timur Tengah saat berbicara di Ruang Oval, Gedung Putih. Dalam pidatonya, yang dikutip Al Jazeera, Selasa (17/3/2026), Trump menyoroti langkah militer yang diambil pemerintahannya terhadap program nuklir Iran sebagai tindakan penyelamatan dunia dari ancaman kehancuran total yang disebabkan Perang Dunia III.
Trump mengklaim bahwa tanpa intervensi militer yang bersifat "menghancurkan" tersebut, Iran diprediksi akan memiliki senjata nuklir dalam waktu singkat. Ia menyatakan bahwa hanya butuh waktu satu bulan setelah periode serangan tersebut bagi Iran untuk menyelesaikan pengembangan senjata pemusnah massal jika AS hanya berdiam diri.
Lebih lanjut, Presiden ke-47 AS tersebut berspekulasi bahwa senjata nuklir tersebut kemungkinan besar akan digunakan untuk menyerang Israel terlebih dahulu, sebelum akhirnya menyasar wilayah Timur Tengah lainnya. Menurutnya, skenario ini adalah pemicu nyata bagi meletusnya Perang Dunia III yang bisa menghanguskan peradaban.
"Ini adalah perang yang akan membuat tidak ada lagi yang tersisa di muka bumi," ujar Trump di depan para awak media. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan militer Amerika Serikat bukanlah sekadar tugas domestik, melainkan sebuah pengabdian besar untuk keselamatan seluruh penduduk dunia.
Dalam narasinya, Trump juga menggambarkan kondisi terkini militer Iran yang menurutnya sudah lumpuh total. Ia menyebut negara tersebut kini tidak lagi memiliki angkatan laut, angkatan udara, maupun sistem pertahanan anti-pesawat yang berfungsi. Ia menggambarkan Iran sebagai negara tanpa kekuatan yang tersisa.
Selain melemahnya alutsista, Trump juga melontarkan pernyataan tajam mengenai struktur kepemimpinan di Iran. Ia mengaku kesulitan untuk melakukan negosiasi karena menganggap para petinggi militer dan politik lawan sudah tidak ada lagi.
"Masalah terbesar saya adalah saya tidak tahu siapa yang kami ajak bicara, karena tidak ada yang pernah mendengar tentang orang-orang ini lagi; mereka semua sudah tewas," cetusnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance turut memberikan pernyataan untuk memperkuat posisi gedung putih. Meskipun di masa lalu Vance dikenal sebagai sosok yang vokal menentang intervensi militer Amerika di luar negeri, kini ia menunjukkan sikap yang sangat kontras dan mendukung penuh langkah sang Presiden.
Vance menegaskan bahwa kepemimpinan saat ini jauh lebih cerdas dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya dalam mengambil keputusan strategis. Ia menyatakan kepercayaan penuh kepada Trump untuk menyelesaikan urusan di Iran hingga tuntas, seraya menekankan bahwa tindakan tegas ini adalah jalan terbaik untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




