Iran Disebut Ingin Lumpuhkan Starlink Elon Musk
Rabu, 1 April 2026 | 10:23 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Media pemerintah Iran melaporkan infrastruktur internet satelit Starlink milik Elon Musk kini masuk dalam daftar target sah di kawasan. Pernyataan ini menandai meningkatnya ketegangan terkait kontrol informasi dan infrastruktur digital.
Kantor berita Fars merilis infografik yang menunjukkan jangkauan layanan Starlink di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Wilayah tersebut dinilai memiliki keterkaitan operasional dengan jaringan Starlink yang menjadi sorotan otoritas Iran.
Di dalam negeri, penggunaan Starlink dilarang dan dapat dikenai sanksi hukum hingga dua tahun penjara.
Pemerintah Iran menilai layanan tersebut beroperasi tanpa izin resmi dan berpotensi mengganggu kontrol negara terhadap jaringan komunikasi.
Meski demikian, sebagian warga tetap memanfaatkan Starlink untuk mengakses internet, terutama saat terjadi pembatasan akses digital atau pemadaman jaringan.
Fenomena ini mencerminkan meningkatnya konflik antara kebebasan akses informasi dan kontrol negara di tengah dinamika geopolitik yang lebih luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




