Trump: Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam 3 Pekan
Rabu, 1 April 2026 | 17:58 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik dengan Iran akan berakhir dalam waktu dekat. Trump menyebut perang tersebut bisa selesai dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Namun, sebelum menuntaskan perang, Trump ingin memastikan semua kekuatan nuklir Iran telah hancur.
“Kami ingin menghancurkan setiap kemampuan yang mereka miliki,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Trump menegaskan tujuan utama Amerika Serikat adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir. “Saya hanya memiliki satu tujuan, yakni mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan tujuan itu telah tercapai,” katanya.
Trump juga membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam beberapa pekan ke depan. Namun, ia menegaskan Amerika Serikat tetap memiliki opsi lain jika negosiasi tidak membuahkan hasil.
“Kami mungkin akan mencapai kesepakatan sebelum beberapa minggu ke depan berakhir. Jika tidak, kami akan mengambil langkah lain tetapi jika mereka datang ke meja perundingan, itu akan menjadi hal yang baik,” ujarnya.
Terkait keamanan jalur energi global, Trump menyatakan Washington tidak akan terlibat dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya ia mengkritik sekutu Amerika Serikat yang dinilai kurang berperan dalam menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Sementara itu, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan atas proposal yang diajukan Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan jaringan Al Jazeera, menteri luar negeri Iran menyebut pihaknya masih mengkaji proposal 15 poin yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik.
Situasi ini menunjukkan meskipun peluang penyelesaian terbuka, ketegangan antara kedua negara masih belum sepenuhnya mereda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




