ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Surat Kabar India Tuntut 85% Bagi Hasil Iklan Google

Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:20 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Seorang pria menjual sejumlah koran lokal di India. Pada Kamis (25/2/2021), Asosiasi surat kabar India atau Indian Newspaper Society (INS) menuntut pembagian 85% bagi hasil iklan di Google.
Seorang pria menjual sejumlah koran lokal di India. Pada Kamis (25/2/2021), Asosiasi surat kabar India atau Indian Newspaper Society (INS) menuntut pembagian 85% bagi hasil iklan di Google. (AFP/Getty Images/Narinder Nanu)

New Delhi, Beritasatu.com- Asosiasi surat kabar India telah bergabung untuk melancarkan "serangan" terhadap Google. Seperti dilaporkan RT, Jumat (26/2), Indian Newspaper Society (INS) menuntut pembagian 85% hasil iklan di Google.

Pada Kamis (25/2), INS mendesak Google untuk meningkatkan bagi hasil iklan untuk penerbit menjadi 85%. Baru-baru ini, raksasa teknologi itu juga menghadapi tuntutan untuk membayar outlet lokal untuk berita di berbagai negara.

Permintaan yang berani dibuat pada Kamis (25/2) oleh INS, yang menyatukan rumah-rumah media cetak di negara tersebut. INS menyatakan telah mengirim surat ke Google cabang India. INS mengkritik "sistem periklanannya yang sangat buram" dan menuntut kenaikan bagi hasil.

"Konten yang diproduksi secara lokal adalah apa yang telah memberi Google keaslian di India sejak awal," kata INS menegaskan tuntutannya adil.

ADVERTISEMENT

INS juga menunjukkan upaya negara lain dalam mencoba membuat Google membayar produser konten lokal. Asosiasi mencatat bahwa raksasa teknologi baru-baru ini setuju untuk memberikan kompensasi yang lebih baik dan membayar penerbit di Prancis, Uni Eropa, dan terutama di Australia.

Pada Januari, Google mencapai kesepakatan dengan asosiasi penerbit Prancis tentang bagaimana Google akan membayar penggunaan kembali cuplikan konten mereka.

Kesepakatan itu menyusul perselisihan antara penerbit dan raksasa teknologi, didorong oleh adopsi arahan hak cipta Uni Eropa, dan dibawa ke dalam hukum nasional Prancis. Google mencoba menghindari pembayaran, secara sepihak menarik cuplikan. Tetapi perilaku itu dianggap melanggar hukum oleh regulator Prancis.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

OTOTEKNO
Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

INTERNASIONAL
Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

INTERNASIONAL
India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

EKONOMI
India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon