Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen
Senin, 4 Mei 2026 | 12:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga smartphone di India mengalami kenaikan sejak 1 Mei 2026, setelah sejumlah produsen menaikkan banderol di berbagai segmen, dari kelas menengah hingga flagship.
Merek seperti OnePlus, Nothing, Xiaomi, dan Realme menaikkan harga sekitar 1.000 rupe hingga 5.000 rupe atau setara sekitar Rp 190.000 hingga Rp 950.000 (asumsi kurs Rp 190 per rupee). Penyesuaian ini sudah berlaku di situs resmi dan platform penjualan online.
Kenaikan harga dipicu melonjaknya biaya komponen utama, terutama DRAM (RAM) dan NAND storage. Permintaan global terhadap memori meningkat tajam, dipicu ekspansi pusat data berbasis artificial intelligence (AI) yang membutuhkan kapasitas besar.
Selain itu, produsen cip kini lebih fokus memproduksi memori bandwidth tinggi (HBM) yang lebih menguntungkan, sehingga pasokan untuk industri smartphone berkurang dan memicu kenaikan harga.
Nothing menjadi salah satu merek dengan kenaikan paling signifikan. Nothing Phone (4a) Pro kini dibanderol 44.999 rupee atau sekitar Rp 8,5 juta, naik sekitar 5.000 rupee (Rp 950.000).
Model Nothing Phone (4a) dan seri sebelumnya juga naik sekitar 3.000 rupee atau setara Rp 570.000.
Sementara, OnePlus menaikkan harga lini unggulan. OnePlus 15 kini mulai dari 77.999 rupe atau sekitar Rp 14,8 juta, naik sekitar 5.000 rupe (Rp 950.000), sementara varian tertinggi naik hingga 6.000 rupe (sekitar Rp 1,14 juta).
Untuk model OnePlus 15R, kenaikan lebih moderat di kisaran 2.500 rupe atau sekitar Rp 475.000
Realme menaikkan harga di berbagai segmen, dari entry-level hingga kelas menengah atas. Beberapa model naik sekitar 1.000 rupe (Rp 190.000), sementara seri seperti Realme 16 Pro naik hingga 5.000 rupe (Rp 950.000).
Sementara itu, Xiaomi melalui seri Redmi Note 15 Pro kini dibanderol mulai 31.999 rupe atau sekitar Rp 6,1 juta, naik sekitar 2.000 rupe (Rp 380.000). Varian Pro+ mencapai 39.999 rupe atau sekitar Rp 7,6 juta.
Industri smartphone kini menghadapi tekanan biaya produksi yang signifikan. Harga memori dalam beberapa kasus bahkan mendekati harga chipset, yang sebelumnya menjadi komponen termahal.
Bagi konsumen, tren ini berarti harga smartphone akan semakin mahal. Selisih harga antar segmen semakin tipis, sementara perangkat premium terus naik.
Calon pembeli disarankan memanfaatkan promo seperti diskon atau cashback. Menunda pembelian berisiko membuat harga yang harus dibayar semakin tinggi, seiring tren kenaikan yang masih berlanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




