Studi: Efektivitas Vaksin Baru Malaria Capai 77%
Minggu, 25 April 2021 | 20:28 WIB
London, Beritasatu.com- Para peneliti di balik vaksin malaria baru telah melaporkan efektivitas hingga 77% dalam melawan penyakit. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (24/4/2021), malaria telah merenggut lebih dari 400.000 nyawa dalam setahun.
Temuan peneliti menjadikan R21 / Matrix-M sebagai inokulasi pertama yang memenuhi target kemanjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil uji coba fase kedua dari vaksin diterbitkan dalam The Lancet awal pekan ini.
R21 / Matrix-M dikembangkan oleh University of Oxford bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Novavax,
Para peneliti mengklaim bahwa imunisasi telah terbukti efektif dalam percobaan yang melibatkan 450 anak berusia antara lima dan 17 bulan dari Burkina Faso.
Subjek dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok pertama menerima vaksin dengan bahan pembantu dosis tinggi, yaitu zat yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas vaksin; kelompok yang kedua mendapat vaksin yang sama dengan ajuvan dosis rendah, dan kelompok kontrol menerima suntikan rabies.
Di antara mereka yang diinokulasi dengan opsi dosis rendah, sekitar 29% masih mengalami malaria. Sementara sekitar 26% yang menerima suntikan dosis tinggi juga terinfeksi, yang berarti vaksin tersebut telah menunjukkan efektivitas masing-masing 71% dan 74% dalam mencegah penyakit yang sangat menular.
Setelah menyelesaikan tahap kedua uji coba, para peneliti berharap dapat menguji vaksin pada kelompok yang lebih besar yang terdiri dari 4.500 anak, mulai dari lima bulan hingga tiga tahun dan berasal dari Burkina Faso, Kenya, Mali dan Tanzania.
Saat berlaku persyaratan panjang sebelum dapat digunakan pada populasi umum, R21 / Matrix-M telah menjadi yang pertama dalam catatan mencapai tujuan kemanjuran yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 75%.
Jika mendapat lampu hijau untuk peluncuran pada masa mendatang, vaksin tersebut akan menunjukkan peningkatan besar pada kandidat vaksin lainnya, yang paling berhasil dengan efektivitas sekitar 56% dalam uji coba.
Raksasa farmasi dunia telah berada di bawah tekanan konstan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 "antipeluru" sejak awal pandemi. Sekitar 200 kandidat vaksin sedang dikembangkan pada Desember tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




