ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kesal pada McConnell, Trump Serukan Pemimpin Baru Partai Republik

Jumat, 30 April 2021 | 14:46 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Pemimpin Mayoritas Senat Senator Mitch McConnell (kiri) mendengarkan sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan di Washington pada Maret 2019.
Pemimpin Mayoritas Senat Senator Mitch McConnell (kiri) mendengarkan sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan di Washington pada Maret 2019. (AFP/Dokumentasi)

Washington, Beritasatu.com- Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan perlunya pemimpin baru di Partai Republik, pada Kamis (29/4/2021).

Seperti dilaporkan Al Jazeera, seruan itu merupakan serangan terbaru Trump pada Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell. Dia mengatakan Partai Republik akan menemukan pemimpin baru jika mereka berharap untuk mengambil kembali Senat pada tahun 2022.

Trump meluncurkan salvo terbaru di Fox Business Network, ketika pewawancaranya bertanya tentang pertarungan pemilihan paruh waktu mendatang untuk mendapatkan kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Kami membutuhkan kepemimpinan yang baik. Mitch McConnell belum melakukan pekerjaan dengan baik. Saya pikir mereka harus mengubah Mitch McConnell," kata mantan presiden itu, menurut layanan berita Reuters.

ADVERTISEMENT

Partai Republik AS telah terpecah atas peran politik mantan presiden setelah kerusuhan Capitol 6 Januari dan pemakzulan kedua Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Meskipun demikian, mantan presiden Trump tetap populer di kalangan pemilih Republik dan aktivis lokal.

Dikonfirmasi atas komentar Trump, McConnell mengatakan kepada Fox News Channel, "Kami melihat ke masa depan, bukan masa lalu," dalihnya.

McConnell telah memimpin kaukusnya di Senat tanpa oposisi sejak 2007. Perselisihan antara Trump dan McConnell dapat memperumit masalah bagi Partai Republik ketika mereka mencoba untuk merebut kembali mayoritas Senat, dengan pemilih dan legislator terbagi antara loyalis Trump dan partai tradisional.

Pada Januari, Demokrat mengambil kendali Senat dengan memenangkan dua kursi di Georgia. Kemenangan Demokrat diraih setelah Trump memicu perpecahan dengan mendorong klaim palsu bahwa pemilu 2020 telah dicuri darinya dan menyerang pejabat negara bagian Republik karena tidak membalikkan hasil.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mengenal Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Pilihan Donald Trump

Mengenal Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Pilihan Donald Trump

EKONOMI
Xi Jinping kepada Trump: Bisakah China-AS Hindari Jebakan Thucydides?

Xi Jinping kepada Trump: Bisakah China-AS Hindari Jebakan Thucydides?

INTERNASIONAL
Xi Jinping Tegur Trump Soal Ancaman Konflik karena Isu Taiwan

Xi Jinping Tegur Trump Soal Ancaman Konflik karena Isu Taiwan

INTERNASIONAL
Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran

INTERNASIONAL
Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

INTERNASIONAL
Bertemu Trump, Xi Jinping: China-AS Harus Jadi Mitra Bukan Bersaing

Bertemu Trump, Xi Jinping: China-AS Harus Jadi Mitra Bukan Bersaing

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon