Parlemen Denmark Setujui Pulau Buatan Raksasa di Pantai Kopenhagen
Minggu, 6 Juni 2021 | 22:27 WIB
Kopenhagen, Beritasatu.com- Rencana pulau buatan untuk menampung 35.000 orang dan melindungi pelabuhan Kopenhagen dari kenaikan permukaan laut telah disetujui oleh anggota parlemen Denmark.
Seperti dilaporkan BBC, Sabtu (5/6/2021), pulau raksasa, bernama Lynetteholm, akan terhubung ke daratan melalui jalan lingkar, terowongan, dan jalur metro.
Persetujuan oleh parlemen Denmark membuka jalan bagi proyek 2,6 km persegi untuk dimulai akhir tahun ini. Namun pulau itu menghadapi tentangan dari para pencinta lingkungan yang mengkhawatirkan dampak pembangunannya.
Rencana untuk Lynetteholm termasuk sistem bendungan di sekelilingnya, dengan tujuan melindungi pelabuhan dari kenaikan permukaan laut dan gelombang badai.
Jika konstruksi berjalan sesuai rencana, sebagian besar fondasi pulau di lepas ibu kota Denmark itu harus sudah siap pada tahun 2035, dengan tujuan untuk menyelesaikan proyek secara penuh pada tahun 2070.
Satu kasus terhadap perkembangan Lynetteholm telah dibawa ke Pengadilan Eropa oleh kelompok-kelompok lingkungan.
Kekhawatiran termasuk transportasi material melalui jalan darat yang melibatkan sejumlah besar kendaraan. Satu penilaian lingkungan menyarankan bahwa hingga 350 perjalanan truk sehari melalui Kopenhagen akan diperlukan untuk mengirimkan bahan baku setelah konstruksi dimulai.
"Membangun pulau buatan, seukuran sekitar 400 lapangan sepak bola, akan membutuhkan sekitar 80 juta ton tanah untuk dikirim ke daerah itu untuk membuat semenanjung itu sendiri," lapor media lokal.
Ada juga kekhawatiran di kalangan pemerhati lingkungan tentang pergerakan sedimen di laut dan kemungkinan dampaknya terhadap ekosistem dan kualitas air.
Menurut penyiar Denmark DR, para pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung parlemen di Kopenhagen saat RUU itu disahkan pada hari Jumat dengan mayoritas 85 mendukung dan 12 menentang.
DR melaporkan seorang demonstran dari Kopenhagen, Eva Larsen, mengaku "sangat khawatir" tentang prospek truk konstruksi yang melewati kota setiap hari.
Pemrotes lain, Nicholas Woollhead, mengatakan keputusan tentang Lynetteholm seharusnya tidak dibuat sebelum pemilihan lokal pada November.
"Proyek ini, yang merupakan yang terbesar dalam sejarah Kopenhagen dan salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Denmark, dirobohkan begitu saja di antara periode pemilihan di mana kami tidak memiliki kesempatan untuk didengar," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




