ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Junta Myanmar Berlakukan Karantina di Mandalay

Sabtu, 3 Juli 2021 | 11:25 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Para petugas kesehatan membawa peti mati yang berisi jenazah korban virus corona Covid-19 yang meninggal di rumahnya di Tedim, negara bagian Chin barat,Selasa 29 Juni 2021.
Para petugas kesehatan membawa peti mati yang berisi jenazah korban virus corona Covid-19 yang meninggal di rumahnya di Tedim, negara bagian Chin barat,Selasa 29 Juni 2021. (AFP/Tedim Post/Dokumentasi)

Naypyitaw, Beritasatu.com- Pemerintah junta Myanmar memberlakukan karantina pada 2 juta penduduk Mandalay, dan dua kotapraja di Bago selatan. Seperti dilaporkan RT, Jumat (2//7/2021), karantina berlaku di tengah meningkatnya kasus Covid dan aksi mogok petugas kesehatan anti-kudeta.

Penduduk telah diperintahkan untuk tetap di rumah untuk mengekang penyebaran kasus Covid di seluruh negeri, ketika petugas kesehatan melanjutkan pemogokan pasca-kudeta.

Dalam beberapa minggu terakhir, Myanmar telah mencatat kasus infeksi Covid mulai meningkat. Sejumlah 6.187 kasus dilaporkan dalam pekan yang berakhir 28 Juni. Pada Kamis saja, pihak berwenang mencatat lebih dari 1.500 kasus baru, menandai peningkatan yang signifikan dari sebulan lalu.

Meningkatnya jumlah infeksi telah memicu kekhawatiran tentang potensi gelombang kedua yang menyebar ke seluruh negeri, memaksa junta militer untuk memberlakukan pembatasan.

ADVERTISEMENT

Tiga wilayah yang ditempatkan di bawah tindakan penguncian mencakup sekitar dua juta orang, menurut data populasi terbaru. Lokasi-lokasi itu termasuk kota-kota di negara bagian Chin barat Myanmar, di sepanjang perbatasan India, yang telah dikunci sejak Mei.

Aturan langkah Covid melarang lebih dari satu orang meninggalkan rumah karena alasan non-medis, mulai Jumat, tanpa tanggal akhir yang ditetapkan untuk berakhirnya aturan baru.

Dewan Administrasi Negara, yang disebut militer sebagai pemerintahnya, mengeluarkan pembatasan melalui kementerian kesehatan dan olahraganya, hanya membebaskan pegawai pemerintah untuk bepergian ke tempat kerja.

Sistem perawatan kesehatan Myanmar telah berjuang untuk menahan virus Covid-19 di tengah protes yang meluas terhadap kudeta militer pada Februari dan pemogokan berikutnya oleh petugas kesehatan yang menentang aturan junta.

Profesional medis bergabung dengan pemogokan umum yang dimulai tak lama setelah militer merebut kekuasaan, menuntut kembalinya pemerintahan demokratis di dalam negeri.

Menurut angka PBB, lebih dari 139 dokter telah ditangkap dan didakwa karena menentang tindakan junta. Setidaknya 158 serangan terhadap personel dan fasilitas medis telah dilaporkan sejak 1 Februari.

Sejak awal pandemi, Myanmar telah mencatat 159.347 kasus virus yang dikonfirmasi, dengan 3.347 kematian. Negara berpenduduk 54 juta orang itu sejauh ini berhasil mengelola 3.368.042 dosis vaksin Covid, menurut data yang diberikan kepada WHO pada 2 Juli.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

200 WNI Korban Penipuan Online Dipulangkan dari Myanmar

200 WNI Korban Penipuan Online Dipulangkan dari Myanmar

MULTIMEDIA
Myanmar Tetap Gelar Pemilu Putaran Kedua di Tengah Konflik Bersenjata

Myanmar Tetap Gelar Pemilu Putaran Kedua di Tengah Konflik Bersenjata

INTERNASIONAL
Minim Pemilih Muda, Pemilu Myanmar Didominasi Lansia

Minim Pemilih Muda, Pemilu Myanmar Didominasi Lansia

INTERNASIONAL
Myanmar Gelar Pemilu Pertama setelah Kudeta

Myanmar Gelar Pemilu Pertama setelah Kudeta

INTERNASIONAL
Bulu Tangkis SEA Games: Tekuk Myanmar 3-0, Indonesia ke Semifinal

Bulu Tangkis SEA Games: Tekuk Myanmar 3-0, Indonesia ke Semifinal

SPORT
SEA Games 2025: Tim Bulu Tangkis Beregu Putri Hadapi Myanmar

SEA Games 2025: Tim Bulu Tangkis Beregu Putri Hadapi Myanmar

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT