Pesawat Militer Filipina Jatuh, Korban Tewas Jadi 47 Orang
Senin, 5 Juli 2021 | 08:35 WIB
Manila, Beritasatu.com - Sebanyak 96 penumpang pesawat Angkatan Udara Filipina yang jatuh pada Minggu (4/7/2021) semuanya telah dilaporkan, kata kepala militer Cirilito Sobejana, Senin (5/7/2021). Korban tewas dari kecelakaan itu 47 orang, sementara 49 personel militer terluka, kata Sobejana kepada Reuters melalui pesan telepon.
Pihak Departemen Pertahanan Nasional mengatakan pada hari Minggu, tiga warga sipil di darat juga tewas, dan empat warga sipil lainnya terluka.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, dia telah memerintahkan penyelidikan atas insiden pesawat jatuh tersebut, yang akan dimulai setelah operasi penyelamatan dan pemulihan selesai.
Sebagian besar dari 96 orang di dalam pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules itu adalah lulusan angkatan darat baru-baru ini.
Pihak militer mengatakan, para prajurit di atas kapal berpangkat prajurit dan sedang dikerahkan ke batalion mereka.
Pesawat sempat berusaha mendarat di Bandara Jolo, namun melewati landasan pacu tanpa mendarat. Pesawat itu kemudian gagal untuk mendapatkan kembali kekuatan dan ketinggian yang cukup, dan jatuh di dekat Patikul.
"Sejumlah tentara terlihat melompat keluar dari pesawat sebelum menyentuh tanah, dan ini menyelamatkan mereka dari ledakan yang disebabkan oleh kecelakaan itu," kata Satuan Tugas Gabungan Sulu dalam sebuah pernyataan.
Tidak segera jelas berapa banyak yang melompat atau apakah mereka selamat.
Foto-foto lokasi kecelakaan yang dirilis oleh Satuan Tugas Gabungan-Sulu menunjukkan, ekor yang rusak dan puing-puing yang berasap dari bagian belakang pesawat tergeletak di dekat pohon kelapa.
Gambar yang diterbitkan oleh media lokal Pondohan TV di halaman Facebook-nya menunjukkan, puing-puing dilalap api dan kepulan asap hitam tebal membubung di atas rumah-rumah yang terletak di dekat lokasi.
Bandara Jolo memiliki landasan pacu sepanjang 1.200 m yang biasanya digunakan penerbangan sipil meskipun kadang-kadang ada beberapa penerbangan militer, menurut juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Filipina.
Pulau Jolo, bagian dari kepulauan Sulu, berjarak sekitar 950 km di selatan ibu kota, Manila.
Militer di kepulauan Filipina yang luas telah berperang lama melawan militan kelompok Abu Sayyaf dan faksi lainnya.
"Mereka seharusnya bergabung dengan kami dalam perang melawan terorisme," kata Komandan Gugus Tugas Gabungan Sulu William N Gonzales.
Pesawat Lockheed C-130H Hercules, dengan registrasi 5125, baru saja tiba di Filipina.
Pesawat itu adalah salah satu dari dua pesawat yang disediakan oleh pemerintah AS melalui Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan, sebuah situs web pemerintah mengatakan pada bulan Januari. Ini mengutip juru bicara angkatan udara yang mengatakan, pesawat itu akan meningkatkan kemampuan untuk misi pengangkutan udara berat.
Senator Richard Gordon mengatakan itu adalah kecelakaan pesawat militer keempat tahun ini dengan korban massal.
"Apakah kita membeli kerajinan yang rusak... (dengan) uang rakyat?" dia menulis di Twitter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




