2.500 Tentara Myanmar Pilih Membelot Bergabung dengan Kelompok Perlawanan
Selasa, 8 Maret 2022 | 09:25 WIB
Yangon, Beritasatu.com – Sedikitnya 2.500 tentara telah meninggalkan posisinya di militer Myanmar sejak kudeta pemerintahan sipil di negara itu, untuk bergabung dengan kelompok perlawanan. Hal ini diungkapkan Tentara Rakyat (People's Soldiers), sebuah organisasi yang bekerja untuk membantu pasukan meninggalkan kesatuannya di militer Myanmar (Tatmadaw).
Berbagai alasan membuat para tentara ini memilih bergabung dengan kelompok perlawanan, salah satunya didorong nurani mereka menolak perintah menyerang dan membunuh warga sipil.
Salah satunya adalah seorang perwira berpangkat kapten di militer Myanmar Pyae Sone Oo. Pada pertengahan April 2021, ia mendapat perintah dari atasannya untuk mengumpulkan 25 tentara infanteri di bawah komandonya untuk menyerang pengunjuk rasa anti-kudeta keesokan paginya.
Baca Juga: Tentara Myanmar Dituduh Sandera Anak-anak Saat Bentrokan
Saat itu, ia bertugas di pangkalan militer di dekat kota Dawei di Myanmar tenggara. Pemikiran kemungkinan membunuh warga sipil yang tidak bersalah sangat mengganggunya.
"Saya tahu bahwa saya tidak bisa memerintahkan tentara saya untuk melakukan kebrutalan seperti itu pada warga sipil," kata pria berusia 30 tahun itu kepada Al Jazeera melalui telepon.
Jadi, begitu fajar menyingsing pada 15 April 2021, Pyae Sone Oo menyelinap dari pangkalan militernya. Jantungnya berdebar kencang, dia menaiki pesawat kecil yang akan menerbangkannya ke wilayah yang dikuasai pemberontak.
"Melarikan diri dengan pesawat adalah satu-satunya pilihan," jelasnya. "Berangkat dengan mobil tidak mungkin dilakukan mengingat jumlah pos pemeriksaan keamanan di seluruh wilayah pantai timur."
Dari Dawei, Pyae Sone Oo melakukan perjalanan ke negara bagian Karen timur, ke wilayah yang dikendalikan oleh Persatuan Nasional Karen (KNU), sebuah kelompok politik oposisi dengan angkatan bersenjata yang besar. Saudaranya, juga seorang perwira di tentara, sudah membelot dan bergabung dengan perlawanan di sana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




