ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Ukraina Dorong Arsitektur Keamanan Global Baru

Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:26 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Volodymyr Zelensky 
Volodymyr Zelensky  (AFP/Sergei Supinsky)

Kyiv, Beritasatu.com- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginginkan arsitektur keamanan global baru. Seperti RT, Kamis (4/8/2022), Zelensky mengatakan perubahan global diperlukan untuk mencegah negara-negara saling "meneror."

"Dunia membutuhkan model keamanan global baru untuk menghindari konflik internasional seperti yang terjadi saat ini antara Moskwa dan Kyiv," kata Presiden Ukraina Vladimir Zelensky di tengah invasi Rusia, Rabu.

Zelensky juga menyebutkan meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Taiwan, perseteruan Serbia dengan Kosovo, dan konflik Armenia-Azerbaijan di Kaukasus selatan.

Baca Juga: NATO: Perang Ukraina Jadi Periode Paling Berbahaya di Eropa

ADVERTISEMENT

"Semua situasi ini tampak berbeda, meskipun disatukan oleh satu faktor, yaitu: arsitektur keamanan global tidak berfungsi. Jika berhasil, tidak akan ada semua konflik ini," kata presiden dalam pidato video hariannya.

Zelensky mengklaim bahwa Rusia "menghindari tanggung jawab langsung dan nyata" pada tahun 2014, ketika Krimea memberikan suara dalam referendum untuk meninggalkan Ukraina dan bersatu kembali dengan Rusia setelah kudeta di Kyiv, dan konflik pecah di Donbass.

"Dan sekarang banyak orang dalam hubungan global percaya bahwa mereka akan berhasil melakukannya juga. Harus ada arsitektur keamanan global yang efektif yang memastikan bahwa tidak ada negara yang bisa lagi melakukan teror terhadap negara lain," kata Zelensky.

Baca Juga: Zelensky Klaim 40.000 Tentara Rusia Tewas dalam 4 Bulan

Berbicara di depan Kongres AS pada bulan Maret, Zelensky mengusulkan pembentukan "persatuan negara-negara yang bertanggung jawab," yang bertugas menghentikan konflik melalui metode mulai dari sanksi hingga bantuan keuangan.

Pernyataan Zelensky pada Rabu datang setelah Tiongkok meluncurkan latihan militer cepat di sekitar Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Tiongkok, yang menganggap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya, telah mengeluarkan peringatan keras terhadap perjalanan itu.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Korupsi Rp 1,6 T Seret Nama Presiden Ukraina, Dalangnya Orang Terdekat

Korupsi Rp 1,6 T Seret Nama Presiden Ukraina, Dalangnya Orang Terdekat

INTERNASIONAL
Cari Bantuan Hadapi Rusia, Presiden Ukraina Temui Para Pemimpin Eropa

Cari Bantuan Hadapi Rusia, Presiden Ukraina Temui Para Pemimpin Eropa

INTERNASIONAL
Presiden Ukraina Incar Undangan ke Pertemuan Trump-Putin di Hungaria

Presiden Ukraina Incar Undangan ke Pertemuan Trump-Putin di Hungaria

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon