ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dedi Mulyadi: Setelah Puncak, Penertiban Bergeser ke Cianjur

Sabtu, 12 April 2025 | 09:15 WIB
RM
R
Penulis: Riski Maulana | Editor: RZL
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Beritasatu.com/Riski Maulana)

Bogor, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penertiban kawasan Puncak, Bogor. Penataan ini menjadi langkah pemulihan lingkungan akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan wisata dan warung liar yang marak berdiri tanpa izin.

Dedi Mulyadi menyampaikan penataan dilakukan secara intensif dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Salah satu tindakan tegas yang telah dilakukan adalah penyegelan bangunan yang melanggar aturan tata ruang dan lingkungan.

“Setelah proses penyegelan di kawasan Puncak rampung, kami akan bergeser ke wilayah Cianjur untuk menertibkan bangunan ilegal yang juga merusak lingkungan,” ujar Dedi, Jumat (11/4/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, alih fungsi lahan di kawasan Puncak telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius dan meningkatkan risiko terjadinya bencana ekologis. Bahkan, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap stabilitas Gunung Gede yang menurutnya sudah "bergoyang", sehingga kawasan Puncak perlu ditertibkan.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya mengembalikan kawasan Puncak ke kondisi alaminya melalui konservasi menyeluruh, penegakan hukum yang konsisten, serta perencanaan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian alam.

Dedi Mulyadi juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalan tol di kawasan tersebut. Ia berharap proyek itu dapat terus berjalan guna memperkuat konektivitas dan mendorong pengembangan wilayah secara menyeluruh.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” pungkas Dedi Mulyadi terkait penertiban kawasan Puncak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

JAWA BARAT
Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

EKONOMI
Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

JAWA BARAT
RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

EKONOMI
Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

NASIONAL
Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon