ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gugur di Garut, Kopda Eri Dikenang sebagai Anak yang Patuh

Selasa, 13 Mei 2025 | 15:24 WIB
PS
HH
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: HP
Rusman, ayah salah satu korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, Kopda Eri Dwi Priambodo
Rusman, ayah salah satu korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, Kopda Eri Dwi Priambodo (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Temanggung, Beritasatu.com — Suasana haru menyelimuti kediaman Kopda Eri Dwi Priambodo di Desa Kebumen, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sang prajurit TNI AD gugur dalam insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025) pagi.

Kabar duka tersebut mengejutkan keluarga besar Kopda Eri Dwi Priambodo, terutama ayahnya, Rusman yang tak menyangka kepergian putranya. Menurutnya, sang anak dikenal sebagai pribadi yang patuh dan baik hati.

"Saya benar-benar tidak ada firasat, kegiatan sehari-hari berjalan seperti biasa. Saya dikabari oleh anak saya yang tinggal di dusun tetangga bahwa Eri mengalami kecelakaan. Baru saya sadari karena dia memang bertugas di bagian peledakan," ujar Rusman saat ditemui di rumah duka, Selasa (13/5/2025).

ADVERTISEMENT

Sejak pagi, warga berdatangan silih berganti ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Jenazah Kopda Eri Dwi Priambodo dijadwalkan tiba di kampung halaman hari ini, sesuai pesan almarhum semasa hidup.

“Istrinya bilang, Mas Eri pernah berpesan kalau terjadi sesuatu, jenazahnya dibawa pulang ke kampung,” ungkap Rusman.

Kopda Eri meninggalkan seorang istri dan dua anak. Saat ini, keluarganya tinggal di asrama TNI di Jakarta Timur, tempat almarhum bertugas di Gudang Gudpusmu III Puspalad.

Rusman mengenang pertemuan terakhir mereka terjadi saat hari raya Idulfitri 1446 Hijriah. Setelah itu, Kopda Eri berpamitan karena ditugaskan dalam operasi pemusnahan amunisi di Garut.

“Terakhir ketemu saat Lebaran. Dia pamit karena ditugaskan untuk meledakkan amunisi yang sudah kedaluwarsa,” kenangnya.

Kopda Eri Dwi Priambodo gugur bersama tiga rekannya setelah terkena ledakan susulan saat berupaya menghalau warga agar tidak mendekati lokasi pemusnahan. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI yang kehilangan prajurit berdedikasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon