ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lapor Polisi Tak Ditanggapi, Korban KDRT di Bekasi Curhat ke Damkar

Rabu, 25 Juni 2025 | 12:27 WIB
RS
BW
Penulis: Rino Fajar Setiawan | Editor: BW
Seorang wanita berinisial D mengadu ke petugas Disdamkarmat Kota Bekasi setelah menjadi korban dugaan KDRT oleh suaminya, Selasa 24 Juni 2025.
Seorang wanita berinisial D mengadu ke petugas Disdamkarmat Kota Bekasi setelah menjadi korban dugaan KDRT oleh suaminya, Selasa 24 Juni 2025. (./Istimewa)

Bekasi, Beritasatu.com - Seorang wanita berinisial D (26) mengadu ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi setelah menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya. Ia melaporkan peristiwa tersebut lantaran merasa frustasi karena tidak mendapat tanggapan dari kepolisian.

Menurut pengakuannya, D telah melaporkan kasus kekerasan itu ke polisi sejak Jumat (20/6/2025). Namun, hingga beberapa hari kemudian, tidak ada perkembangan atas laporannya.

"Saya bikin aduan polisi tetapi tidak ada tanggapan, jadi saya langsung lapor Damkar karena kepala saya sakit dan saya juga sudah depresi dan mau bunuh diri," kata D saat ditemui di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi Selatan, Selasa (24/6/2025).

ADVERTISEMENT

D menjelaskan, setelah membuat laporan awal, dia hanya diarahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Selanjutnya, dia menjalani pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP), serta visum di RSUD.

"Katanya nanti dikabarin lagi, terus saya tadi malam juga menghubungi polisi katanya nanti dikabari lagi dan nanti di-WA. Iya, sekarang kalau tidak laporan ke Damkar mau ngadu ke siapa, mau ngadu ke polisi tanggapannya belum ada," ujar D.

Akibat kekerasan yang dialaminya, D merasakan sakit di bagian kepala dan telinga serta mengalami lebam di beberapa bagian tubuh. Ia juga menyebut suaminya kini menghilang dan tidak ada iktikad baik dari pihak keluarga suami.

"Terakhir infonya (suami) pulang ke rumah orang tuanya tetapi belum ada kabar pasti, terus tidak ada etika baik keluarga untuk menghubungi saya," ungkap D.

Sementara itu, petugas Disdamkarmat Kota Bekasi, Eko Budi, membenarkan pihaknya menerima laporan dari D melalui call center 112. Dalam laporan tersebut, D mengaku menjadi korban KDRT dan mengancam akan bunuh diri.

"Iya, langsung kami kroscek, minta serlok dan unit kami langsung merapat ke lokasi. Ada KDRT, terus korban itu frustrasi, mau ke mana-mana susah, dan dia mau bunuh diri, jadi kami cepat merespons," jelas Eko.

Eko juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan rumah sakit terkait penanganan korban.

"Upaya saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit untuk melakukan visum. Kami juga tengah menunggu unit rescue karena kami khawatir ada pendarahan otak, karena korban sudah mengeluh pusing sejak Jumat," ujarnya.

Sebelumnya, D diketahui telah melaporkan kasus KDRT yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi Kota.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT