Larangan Study Tour Dedi Mulyadi Rugikan Banyak Pihak
Rabu, 23 Juli 2025 | 11:34 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Larangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dinilai sangat merugikan para pekerja di sektor pariwisata. Dampak kebijakan ini membuat banyak pelaku wisata kehilangan pekerjaan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Lapangan Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat Nana Yohana. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini mendorong para pekerja wisata untuk mencari pinjaman dari sumber tidak resmi atau bang emok.
"Kalau bicara lari ke bang emok, pelaku pariwisata pun jika tidak punya pekerjaan dan menganggur, akhirnya akan lari ke bang emok," ujarnya pada Rabu (23/7/2025).
"Secara tidak langsung, Pak Gubernur justru menyuburkan bang emok. Ingat, waktu pandemi Covid-19, kami para pelaku wisata tidak dapat order dan akhirnya terpaksa pinjam ke pinjol," lanjut Nana.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada seluruh rantai industri wisata.
Perusahaan otobus (PO) kehilangan pesanan, biro perjalanan tidak menerima order, tour leader (TL) dan pemandu wisata menganggur, sementara sopir dan kenek hanya diam di rumah.
"Kalau Pak Dedi Mulyadi selalu bilang study tour itu memberatkan, sebenarnya memberatkannya di mana? Karena program study tour itu bukan program dadakan," tegasnya.
Nana menambahkan bahwa study tour biasanya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Para siswa pun sudah menabung untuk kegiatan tersebut, sehingga tidak akan memberatkan saat pelaksanaannya.
"Dan kalau memang ada siswa yang tidak mampu, ada solusinya. Bisa subsidi silang atau digratiskan. Itu tidak masalah bagi kami," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan pelarangan kegiatan study tour di sekolah tidak akan dicabut, meskipun menuai protes dari pelaku industri pariwisata.
Sikap tegas tersebut disampaikan Dedi sebagai respons atas aksi unjuk rasa yang digelar para pekerja pariwisata di depan Gedung Sate dan Jalan Layang Pasupati, Kota Bandung, pada Senin (21/7/2025).
BACA JUGA
DPR Kritik KDM Soal Study Tour
Menurut Dedi, aksi demonstrasi tersebut justru menguatkan keyakinannya bahwa kegiatan study tour selama ini lebih mengarah ke aktivitas rekreasi daripada bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
“Demonstrasi kemarin memperlihatkan bahwa study tour lebih cenderung bersifat piknik. Ini terbukti dari siapa yang melakukan aksi, yakni para pelaku jasa kepariwisataan,” ujar Dedi dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa (22/7/2025).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




