ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puluhan Layangan Hias dengan Bentuk Unik Warnai Langit Wonosobo

Minggu, 21 September 2025 | 15:41 WIB
PS
AD
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: AD
Salah satu peserta Festival Layangan 2025 di Wonosobo, Jawa Tengah, menampilkan layangan dengan bentuk Batman.
Salah satu peserta Festival Layangan 2025 di Wonosobo, Jawa Tengah, menampilkan layangan dengan bentuk Batman. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Wonosobo, Beritasatu.com - Puluhan layangan hias berbagai bentuk dan ukuran menghiasi langit Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (21/9/2025). Festival ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas masyarakat, tetapi juga sarana melestarikan permainan tradisional sekaligus daya tarik wisata bagi pengunjung.

Berlokasi di Lapangan Watu Gong, Desa Kalierang, Kecamatan Selomerto, sebanyak 54 layangan hias dengan warna mencolok dan bentuk unik, mulai dari tokoh kartun, pewayangan, leak, pesawat terbang, hingga aneka hewan, tampak indah melayang di langit Wonosobo. Pesona layangan tersebut berhasil memikat ratusan penonton.

Ketua panitia Festival Layangan Hias 2025 Gunawan Wibisono mengatakan, kegiatan ini diikuti puluhan komunitas layangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

“Festival ini memberi ruang berkreasi sekaligus melestarikan tradisi. Selain itu, juga sebagai wadah pecinta layangan agar penerbangan liar bisa dihindari,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, setiap layangan dinilai dari kreativitas bentuk, ukuran, dan kestabilan saat terbang. Peserta datang tidak hanya dari Wonosobo, tetapi juga dari Temanggung, Purbalingga, Magelang, hingga Cilacap.

Penerbangan dilakukan dalam beberapa sesi, masing-masing berisi 10-15 layangan dengan durasi 15 menit per sesi. Layangan yang ditampilkan beragam ukuran, dari 50 x 50 sentimeter hingga yang terbesar berukuran 4,5 x 3 meter.

Salah satu peserta asal Sapuran, Junianto, membuat layangan bermotif buto terong setinggi 2 meter dengan ekor sepanjang 40 meter.

“Membuatnya butuh dua hari dengan biaya sekitar Rp 125.000. Tantangannya ada pada detail motif kecil yang membutuhkan ketelatenan,” katanya.

Sementara itu, Seniati, peserta asal Purbalingga, mengaku senang bisa mengikuti festival ini untuk pertama kalinya. Ia menampilkan layangan bermotif burung sriti hitam.

“Kegiatan ini jadi sarana menyalurkan hobi sekaligus menambah motivasi berkreasi. Saya berharap festival ini bisa digelar setiap tahun,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyambut positif kegiatan ini dan mendorong agar menjadi agenda tahunan untuk mendukung sektor pariwisata Wonosobo.

Festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang ekspresi bagi pecinta layangan sekaligus mempererat persaudaraan antar komunitas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon