ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ritual Waisak Bikin Takjub, 16.000 Pelita Dilarung di Sungai Progo

Sabtu, 10 Mei 2025 | 23:23 WIB
PS
DM
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: DM
Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, ribuan umat Buddha dari berbagai negara mengikuti ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Mei 2025.
Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, ribuan umat Buddha dari berbagai negara mengikuti ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Mei 2025. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Magelang, Beritasatu.com - Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2025, ribuan umat Buddha dari berbagai negara mengikuti ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/5/2025) malam. 

Sebanyak 16.000 pelita harapan dinyalakan dan dilarung sebagai simbol penyucian batin, kesejahteraan, dan perdamaian dunia. 

Ritual diawali dengan kirab empat gunungan besar dari Candi Pawon menuju Sungai Progo. Gunungan terbuat dari daun kelapa muda dan dipenuhi tempurung kelapa berisi lilin, dikawal oleh prajurit bergada.

ADVERTISEMENT

Kirab Gunungan dan Doa Harapan

Umat lalu membacakan Patita Suci, sebuah doa permohonan agar harapan mereka dikabulkan. “Sangat luar biasa, lighting-nya keren, khidmat, dan penuh harapan,” ujar Indah Puji Kristanti, salah satu peserta.

Pelita yang dilarung telah ditempeli secarik kertas berisi harapan pribadi, lalu dilepaskan perlahan ke aliran sungai menjelang perayan Waisak.

Simbol Penerangan dan Kedamaian Dunia

Ketua Majelis Umat Nyingma Indonesia (Muni) Lama Rama Santoso menjelaskan, pelita dalam ajaran Buddha adalah simbol penerangan batin. Dalam ritual kali ini, 10.000 pelita dinyalakan di darat, sedangkan 6.000 lainnya dilarung di air.

“Kita menyalakan pelita, memohon harapan, lalu melarungnya ke sungai sebagai bentuk persembahan kepada para Buddha dan dewa,” jelasnya.

Momen Spiritual Jelang Waisak

Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian Waisak yang puncaknya akan digelar di Candi Borobudur. Larung pelita menjadi momen sakral yang menyatukan doa dan harapan untuk diri sendiri, sesama, dan seluruh makhluk.

Ritual larung pelita di Sungai Progo bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kuat dari harapan, cinta kasih, dan pencerahan yang menjadi inti ajaran Buddha. Waisak tahun ini kembali menjadi momen penuh makna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perayaan Waisak, Ribuan Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapata di Jakarta

Perayaan Waisak, Ribuan Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapata di Jakarta

NASIONAL
Ribuan Umat Buddha Hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK

Ribuan Umat Buddha Hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon