ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ribuan Umat Buddha Hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:17 WIB
MH
RA
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: RP
Ribuan umat Buddha hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK
Ribuan umat Buddha hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK (Beritasatu.com/Rahmat Aminuddin)

Jakarta, Beritasatu.com - Ribuan umat Buddha menghadiri acara Puja Waisak Thudong 2025 yang digelar di Si Mian Fo, Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Rabu (14/5/2025). Acara ini berlangsung khidmat dengan berbagai prosesi keagamaan.

Pantauan langsung Beritasatu.com, ribuat umat Buddha yang hadir  datang berbondong- bersama keluarga dan kerabat untuk melakukan doa bersama, berbagi cinta kasih bersama Bhikkhu Thudong, dhammadesana oleh Bhante Phra Khru Wichai. Selain itu juga  mengikuti prosesi pelimpahan hasil pindapata dan sanghadana.

Acara yang didukung oleh Agung Sedayu Group ini juga menjadi momentum berbagi hasil pindapata dan sanghadana. Hasil persembahan umat berupa dana dan barang, disalurkan ke sejumlah panti sosial dan tempat ibadah lintas agama.

ADVERTISEMENT


Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci, Soegiandi menyampaikan persembahan tersebut merupakan bentuk cinta kasih yang tak mengenal batas seperti ajaran Buddha. Perilaku ini pun sekaligus memperkuat kemanusiaan.


"Dana yang kami terima pada saat pindapata dan sanghadana  pada tanggal 19 April 2025 yang terkumpul sejumlah Rp 270 juta dan 3.000 harta benda yang terkumpul, yang kemudian disusun dalam bingkai ratusan dus yang bisa kita lihat di bagian belakang,” kata Soegiandi dalam sambutannya.

“Dana yang terkumpul tersebut disalurkan seluruhnya kepada para bhante thudong dan akan diserahkan ke seluruh yayasan dan tempat ibadah,” lanjutnya.


Selain penyaluran dana, rangkaian acara juga meliputi prosesi penyalaan lilin dan dupa di altar Sang Buddha dan Phra Phrom, pembacaan Pancasila aradhana, serta pembacaan paritta. Momen paling dinantikan adalah dhammadesana dari Bhante Phra Khru Wichai disambut antusias oleh ribuan umat Budhha yang hadir.

Dalam pesannya, Bhante menekankan bahwa Indonesia dipilih sebagai puncak perjalanan spiritual Thudong karena mampu mewujudkan persatuan dalam keberagaman dengan Bhineka Tunggal Ika.

“Mengapa kami memilih Borobudur untuk Thudong? Karena di Indonesia, orang-orang dari berbagai agama baik Buddha, Muslim, Kristen, atau agama lainnya bisa berjalan dan saling menghormati. Jadi, konsep persatuan dalam keberagaman penting untuk saat ini," kata Bhante Phra Khru Wichai seusai acara  Puja Waisak Thudong 2025. 

Sebagai informasi, sebanyak 38 Bhikkhu Thudong telah menyelesaikan perjalanan spiritual berjalan kaki 2.800 kilometer dari Thailand, melintasi Malaysia, Singapura, dan berakhir di Candi Borobudur, Jawa Tengah.


Ketua  Thudong Jakarta 2025 Kevin Wu mengenang, para Bhikkhu juga singgah sementara di Si Mian Fo PIK sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur dengan berjalan kaki, pada Sabtu (19/4/2025).


"Kita bersyukur dari ratusan tempat-tempat suci agama Buddha yang ada di dunia, mulai dari India, Nepal, China, Taiwan, Jepang, dan lain sebagainya, Indonesia yang dipilih perjalanan Tudong kali ini. Ini yang harus jadi apresiasi bagi kita anak negara, warga negara Indonesia," kata Kevin.

Kevin juga menjelaskan bahwa makna dari Thudong adalah praktik suci berupa perjalanan spiritual melalui darat menuju tempat-tempat suci, yang umumnya dilakukan pada momen hari besar keagamaan, seperti Waisak termasuk Puja Waisak Thudong 2025. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon