ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Mojokerto Rela Antre demi 20 Kg Beras Bantuan Bapanas

Sabtu, 19 Juli 2025 | 09:40 WIB
AS
HH
Penulis: Achmad Supriyadi | Editor: HP
Warga Mojokerto rela antre berjam-jam di bawah terik demi 20 kg beras bantuan Bapanas, pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Warga Mojokerto rela antre berjam-jam di bawah terik demi 20 kg beras bantuan Bapanas, pada Sabtu, 19 Juli 2025. (Beritasatu.com/Achmad Supriyadi)

Mojokerto, Beritasatu.com - Di tengah harga beras yang melambung tinggi dan maraknya praktik beras oplosan, ratusan warga Kota Mojokerto, Jawa Timur, rela berpanas-panasan demi mendapatkan bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Mereka mengantre sejak Sabtu (19/7/2025) pagi di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, demi menerima jatah 20 kilogram beras.

Warga yang didominasi kalangan kurang mampu itu tampak sabar mengantre sambil membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat verifikasi.

ADVERTISEMENT

Meski harus menunggu berjam-jam, mereka tetap antusias, sebab bantuan ini sangat berarti di tengah tekanan ekonomi akibat harga beras yang saat ini menembus Rp 14.500 hingga Rp 17.000 per kilogram di pasar.

Setiap penerima manfaat memperoleh dua alokasi beras bantuan, masing-masing 10 kilogram selama Juni-Juli 2025 yang diberikan sekaligus dalam penyaluran bulan Juli 2025 ini. Bantuan yang disalurkan berasal dari stok beras Perum Bulog dan berjenis medium.

Fatmasari, salah seorang warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas distribusi beras ini. Ia mengatakan bantuan dari Bapanas sangat membantu keluarganya yang terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok, terutama beras.

“Antre beras dari Bapanas, dari Bulog. Satu bulannya dapat 10 kilogram, ini 2 bulan jadi 20 kilogram, Juni dan Juli. Tahun ini baru kali ini dapat. Alhamdulillah, karena harga beras di pasar sekarang mahal, bisa sampai Rp 15.500 per kilogram,” ujar Fatmasari.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 dirinya sempat mendapat bantuan serupa, namun kali ini penyalurannya lebih terasa dampaknya karena harga beras di pasar terus melonjak.

Kepala Perum Bulog Kantor Surabaya Selatan, Muhammad Husni menjelaskan, pihaknya telah menyalurkan total 156.560 kilogram beras untuk Kota Mojokerto dalam rangka program bantuan pangan tahun 2025. Penyaluran dilakukan untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025 yang digabung dalam satu waktu demi efektivitas distribusi.

"Untuk tahun 2025, ini alokasi Juni dan Juli disalurkan sekaligus pada bulan Juli. Setiap penerima mendapat 20 kilogram beras kualitas medium. Total penerima untuk Kota Mojokerto sebanyak 7.828 orang," kata Husni.

Distribusi bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat rentan di tengah gejolak harga pangan pokok, terutama beras, yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Program distribusi beras bantuan ini dipastikan masih akan terus bergulir seiring dengan naiknya harga bahan pokok dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil. Pemerintah berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, sekaligus menekan potensi kelangkaan dan praktik kecurangan seperti oplosan beras di pasaran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon