Sensasi Menyantap Durian di Tengah Hutan Pegunungan Toraja
Sabtu, 6 Mei 2023 | 15:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anda bosan suasana hiburan yang itu-itu saja, ada baiknya jika mengisi liburan akhir pekan bersama keluarga di kebun Durian Musangking di Dusun To'letok, Lembang Basokan, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Di tempat ini pengunjung bisa makan durian musangking sepuasnya sambil berswafoto di bawah rindangnya pohon dengan diiringi kicauan suara burung dan angin sepoi – sepoi yang segar, ditambah pemandangan alam sekitar. Sehingga liburan akhir pekan bersama keluarga di tempat ini semakin berkesan.
Untuk menjangkau tempat ini, bisa dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh kurang lebih 10 menit dari Rantepao, ibu kota Kabupaten Toraja utara, sambil menikmati pemandangan alam dan jejeran rumah adat Toraja di sepanjang perjalanan menuju ke lokasi kebun durian Musangking.
Di lokasi, anda yang gemar berswafoto bisa langsung mengabadikan momen liburan dengan latar alam dan juga rindangnya pohon durian sebelum anda memesan buah durian kepada pemilik kebun dengan harga yang terjangkau, namun memberi rasa dan nikmat yang berbeda saat makan durian Musangking.
"Saya kesini berwisata untuk makan durian. Kalau duriannya sendiri menurut aku ini baru pertama kali makan yang ukurannya sangat besar. Biasanya saya makan durian, buahnya kecil. 2 biji sudah bikin kenyang. Tempatnya menurut aku luar biasa, makan durian langsung dari pohon, pemandangan sejuk," tutur Priskila, salah seorang pengunjung.
Jika balik dari tempat ini, pengunjung juga bisa membeli durian Musangking untuk dibawa sebagai oleh – oleh, sebab durian ini akan semakin enak dan gurih setelah disimpan 2 atau 3 hari pasca jatuh dari pohonnya.
Walau sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, sayangnya kebun ini tak tersentuh bantuan dari pemerintah, sehingga dalam pengembangannya pemilik lahan hanya memanfaatkan pupuk organik.
"Saat ini sudah 19 tahun, tiap pohon rata-rata 70 buah durian. Perkilo dari tahun 2019, Rp 50.000. Adanya kebun ini menambah pendapatan bagi masyarakat sekitar yang turut membantu mengelola," imbuh pemilik kebun, Yohani Tiangka'.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Tiba di Cimahi, Jenazah Mayor Zulmi Disambut Lantunan Doa




