Mengenal Kanker Sarkoma yang Diidap Alice Norin
Senin, 19 Februari 2024 | 15:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kabar mengejutkan datang dari selebritas Alice Norin yang divonis mengidap kanker sarkoma pada otot rahimnya.
Melalui akun Instagram resminya, Alice membagikan kabar tersebut. Dengan kondisi ini, ia harus menjalani operasi organ reproduksi dan dua kelenjar belakang.
Akibatnya, Alice diduga tidak bisa memiliki keturunan lagi dan mengalami menopause dini. Meski begitu, ia tidak terburu-buru mengambil keputusan operasi.
Alice saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, apa itu kanker sarkoma? Berikut ini penjelasannya yang dihimpun Beritasatu.com.
Apa Itu Kanker Sarkoma?
Dilansir dari WebMD, sarkoma adalah jenis kanker yang langka dan tumbuh di jaringan ikat yang menghubungkan atau mendukung jenis jaringan lain di tubuh.
Tumor ganas atau kanker ini paling umum terjadi pada tulang, otot, tendon, tulang rawan, saraf, lemak, dan pembuluh darah di lengan serta kaki. Namun, bisa juga terjadi di area lain pada tubuh.
Meskipun terdapat lebih dari 50 jenis sarkoma, sarkoma dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang, atau osteosarkoma.
Sarkoma jarang terjadi pada orang dewasa. Menurut American Society of Clinical Oncology (ASCO), penyakit ini menyumbang sekitar 1 persen dari seluruh kanker pada orang dewasa.
Penyakit tersebut juga lebih sering terjadi pada anak-anak, terhitung sekitar 15 persen dari seluruh kanker pada masa kanak-kanak. Sekitar 60 persen kanker sarkoma dimulai di lengan atau kaki, 30 persen dimulai di perut atau dada, dan 10 persen dimulai di leher atau kepala.
Faktor Risiko Sarkoma
Meskipun belum secara spesifik mengetahui apa penyebab sarkoma, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sarkoma.
- Keturunan atau dari keluarga pernah menderita sarkoma.
- Menderita kelainan tulang yang disebut penyakit paget.
- Memiliki kelainan genetik, seperti neurofibromatosis, sindrom gardner, retinoblastoma, atau sindrom Li-Fraumeni.
- Pengobatan radiasi untuk kanker meningkatkan risiko berkembangnya sarkoma di kemudian hari.
- Limfedema atau pembengkakan yang disebabkan oleh cadangan cairan getah bening yang terjadi ketika sistem limfatik tersumbat atau rusak. Hal ini meningkatkan risiko sejenis sarkoma yang disebut angiosarcoma.
- Terkena bahan kimia tertentu, seperti beberapa bahan kimia industri dan herbisida, dapat meningkatkan risiko sarkoma yang memengaruhi hati.
- Terpapar virus yang disebut human herpesvirus 8 dapat meningkatkan risiko sejenis sarkoma yang disebut sarkoma kaposi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
BACA JUGA
Sidang Cerai Digelar Hari Ini, Ria Ricis dan Teuku Ryan Sama-sama Unggah Kemesraan Bareng Anak
Gejala Kanker Sarkoma
Sarkoma jaringan lunak sulit dikenali karena dapat tumbuh di mana saja pada tubuh. Paling sering, tanda pertama adalah benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit.
Ketika benjolan semakin besar, benjolan tersebut mungkin menekan saraf dan otot. Akibatnya, penderita akan merasa tidak nyaman, kesulitan bernapas, atau keduanya.
Selain itu, penderita juga dapat merasakan sakit atau patah tulang yang terjadi secara tidak terduga, sakit perut, dan penurunan berat badan. Tidak ada tes yang dapat menemukan tumor ini sebelum menimbulkan gejala yang disadari penderita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




