Angka DBD di Kabupaten Sikka Naik 62 Kasus
Rabu, 20 Maret 2024 | 10:04 WIB
Kupang, Beritasatu.com - Tercacat 62 anak di wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terjangkit demam berdarah dengue (DBD).
Dokter spesialis anak RSUD TC Hillers Maumere, dr Mario Nara mengatakan, sejak Februari 2024 tercatat 56 kasus DBD di wilayah setempat dan mengalami kenaikan pada Maret menjadi 62 kasus.
Ia menerangkan, dari 62 pasien anak yang ditangani, dua di antaranya meninggal dunia pada awal Maret 2024 lalu. Sementara sebagian dari mereka tengah menjalani perawatan di RSUD TC Hillers.
"Dua bayi yang meninggal dunia ini menderita DBD grade empat," ujar dr Mario Nara, kepada Beritasatu.com Selasa, (19/03/2024).
Menurut dia anak-anak lebih rentan terhadap DBD, ditambah lagi saat ini sedang musim penghujan. DBD diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes aegypti yang identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis.
"Hal ini dikarenakan genangan air yang ada pada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan menjadi tempat berkembang biak nyamuk," tambahnya.
BACA JUGA
5 Cara Cegah dan Lawan Penyakit DBD
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan berbagai pencegahan untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Mario menjelaskan, cara mencegah DBD yang dilakukan secara bersama di lingkungan sekitar, yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau yang biasa disebut dengan 3M Plus.
3 M kata dia, seperti menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.
"Cara mencegah DBD yang paling utama, yaitu menjaga lingkungan sekitar dari genangan air yang dapat dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




