ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terlalu Sering Bekerja Shift Malam Dapat Picu Obesitas dan Diabetes

Jumat, 17 Mei 2024 | 09:15 WIB
NF
NF
Penulis: Novie Fauziah | Editor: NF
Ilustrasi obesitas.
Ilustrasi obesitas. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sistem kerja shifting adalah jam kerja karyawan yang biasanya diatur dalam perusahaan atau tempat mereka bekerja. Salah satunya adalah shift malam, pekerja baru memulai aktivitas atau pekerjaannya pada malam hari sehingga pola tidur mereka akan berubah.

Pada salah satu studi dari Washington State University and Pasific Northwest Nation Laboratory menyebut, bekerja pada waktu (shift) malam dapat menyebabkan para pekerja rentan terkena penyakit, seperti diabetes dan obesitas.

Dilansir dari Medical Daily, Jumat (17/5/2024), risiko dua penyakit tersebut meningkat pada pekerja yang bekerja pada waktu malam hari, yaitu ritme protein dalam tubuh yang terganggu, apalagi apabila _shift_ malam dilakukan selama tiga hari berturut-turut.

ADVERTISEMENT

Lewat penelitian tersebut, para peneliti studi mencari tahu bagaimana karyawan  atau pekerja yang bekerja pada shift malam akan lebih rentan terhadap gangguan metabolisme termasuk diabetes dan obesitas.

Sementara itu, menurut hasil yang diterbitkan dalam Journal of Proteome Research, bekerja pada shift malam terbukti dapat mengganggu ritme protein yang berhubungan dengan regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan hanya dalam beberapa hari. 

Gangguan tersebut dapat memengaruhi proses yang berperan dalam perkembangan kondisi metabolisme kronis. Akibatnya, pekerja shift malam lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular karena perubahan dalam ritme sirkadian tubuh yang mengatur fungsi-fungsi biologis penting tersebut.

Peneliti kemudian merekrut sukarelawan yang menjalani simulasi jadwal shift malam atau siang selama tiga hari. Para peserta kemudian tetap terjaga selama 24 jam setelah giliran kerja terakhir mereka, di bawah pencahayaan, suhu, postur, dan asupan makanan yang konstan.

Para peserta yang tetap terjaga, sampel darahnya kemudian diambil untuk mengidentifikasi protein dalam sel sistem kekebalan tubuh  yang dihasilkan oleh darah.

Dalam observasi tersebut ditemukan, beberapa protein ini terkait erat dengan jam biologis utama. Selain itu, ditemukan terdapat perubahan ritme yang substansial di antara peserta shift malam dibandingkan dengan peserta shift siang.

Adanya  temuan tersebut disebabkan oleh regulasi insulin yang mencoba membatalkan perubahan glukosa, dipicu oleh jadwal shift malam. Mungkin saat diperiksa akan terlihat baik-baik saja, tetapi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah dalam jangka panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fakta-fakta Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker hingga 55 Persen

Fakta-fakta Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker hingga 55 Persen

LIFESTYLE
Tip dan Trik Diet Pasca-Lebaran, Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Tip dan Trik Diet Pasca-Lebaran, Cara Efektif Turunkan Berat Badan

LIFESTYLE
Fakta Mengejutkan: Biji Jintan Hitam Turunkan Lemak dan Kolestero

Fakta Mengejutkan: Biji Jintan Hitam Turunkan Lemak dan Kolestero

LIFESTYLE
Jangan Terpukau Drakor, Pria Korea Selatan Hadapi Krisis Obesitas

Jangan Terpukau Drakor, Pria Korea Selatan Hadapi Krisis Obesitas

LIFESTYLE
Obesitas Jadi Pemicu Utama 20,5 Juta Kematian Akibat Penyakit Jantung

Obesitas Jadi Pemicu Utama 20,5 Juta Kematian Akibat Penyakit Jantung

NASIONAL
Kemenkes Rancang Regulasi Pajak Gula untuk Tekan Kasus Obesitas Anak

Kemenkes Rancang Regulasi Pajak Gula untuk Tekan Kasus Obesitas Anak

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT