Rutin Minum Multivitamin Murah Ternyata Bisa Perlambat Penuaan
Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Siapa sangka kunci untuk memperlambat penuaan mungkin sudah ada di kotak obat Anda? Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa lanjut usia yang rutin mengonsumsi multivitamin setiap hari selama dua tahun mengalami perlambatan penuaan pada tingkat sel. Efeknya tidak main-main, penggunaan rutin ini setara dengan mengurangi "usia biologis" seseorang sekitar empat bulan.
Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh kita perlahan mengalami kerusakan dan melepaskan zat kimia yang memicu peradangan. Di saat yang sama, kemampuan tubuh untuk memperbaiki diri sendiri pun menurun. Proses inilah yang menjadi biang keladi munculnya penyakit kronis seperti kanker, demensia, dan penyakit jantung saat seseorang memasuki masa paruh baya.
Dikutip Dailymail, Jumat (13/3/2026), dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine ini, para ilmuwan dari Massachusetts General Brigham mengamati hampir 1.000 orang dewasa sehat berusia sekitar 70 tahun. Mereka menggunakan sampel darah untuk menganalisis perubahan DNA yang berkaitan dengan usia, yang dikenal dengan istilah metilasi.
"Ada minat yang besar saat ini untuk mengidentifikasi cara agar tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih baik," ujar Howard Sesso, penulis senior laporan tersebut.
Ia menambahkan bahwa semakin banyak kita belajar tentang manfaat kesehatan potensial dari intervensi yang aman dan mudah diakses, maka akan semakin baik bagi kualitas hidup lansia.
Menariknya, peneliti menggunakan "jam epigenetik" (epigenetic clocks) untuk mengukur usia biologis peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang minum multivitamin mengalami penuaan yang lebih lambat dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi plasebo (obat kosong). Efek ini justru terasa paling kuat pada orang-orang yang secara biologis menua lebih cepat dari usia aslinya sebelum penelitian dimulai.
Meskipun temuan ini sangat menjanjikan, para ilmuwan menekankan bahwa manfaatnya tergolong "moderat". Multivitamin standar biasanya mengandung nutrisi penting seperti vitamin A, C, D, E, dan B kompleks, serta mineral seperti zinc dan zat besi. Namun, penelitian ini mengukur penanda DNA, bukan secara langsung mengukur perpanjangan umur atau penurunan risiko penyakit secara instan.
Selain multivitamin, dunia medis juga sedang dihebohkan dengan obat-obatan lain yang berpotensi sebagai "anti-penuaan". Salah satunya adalah obat yang memblokir molekul IL-11, yang kadarnya terus meningkat seiring bertambahnya usia dan menyebabkan peradangan kronis. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa memblokir molekul ini dapat memperpanjang umur hingga seperempat kali lebih lama.
Bahkan, obat populer untuk menurunkan berat badan seperti Ozempic dan Wegovy (semaglutide) juga diduga memiliki efek anti-penuaan. Studi menunjukkan obat-obatan ini dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke hingga 20%, yang sebagian manfaatnya berasal dari kemampuan obat tersebut dalam meredakan peradangan di dalam tubuh.
Kesimpulannya, menjaga kesehatan di masa tua kini tidak selalu harus mahal. Dengan dukungan multivitamin harian, pola makan sehat, dan kemajuan teknologi medis, impian untuk "hidup lebih lama dan tetap bugar" menjadi semakin realistis bagi banyak orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mallorca vs Real Madrid 2-1, Muriqi Beri Pil Pahit ke Los Blancos




