ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Whole Genome Sequencing SARS-COV-2, MRIN-UPH Jalin Kerja Sama dengan Eijkman

Rabu, 30 Juni 2021 | 17:26 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan.
Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan. (Handout)

Jakarta, Beritasatu.com - Mochtar Riady Institute for Nanotechnology-Universitas Pelita Harapan ("MRIN-UPH") resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ("Eijkman"), lembaga penelitian di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Indonesia, Kamis (29/6/2021). Kerja sama antara Eijkman dengan MRIN-UPH adalah mengenai Whole Genome Sequencing(WGS) virus SARS-COV-2 (virus penyebab Covid-19), di mana MRIN-UPH merupakan lembaga penelitian swasta pertama yang bekerja sama dengan Eijkman dalam penelitian WGS SARS-CoV-2.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D., selaku Presiden Yayasan Mochtar Riady Nanotechnology Institute dengan Prof. dr. David H. Muljono, Sp.PD., FINASIM, Ph.D., selaku Deputi Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, disaksikan oleh Dr. rer. nat. Ivet Suriapranata, selaku Kepala Divisi Penelitian MRIN-UPH, dan Drh. Safarina G. Malik, M.S., Ph.D., selaku Sekretaris Utama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Kolaborasi antara MRIN-UPH dengan Eijkman adalah sarana yang baik untuk melakukan pertukaran ide dan knowledge transfer. Kedua lembaga memiliki kualitas dan nilai lebih. Eijkman memiliki fasilitas lengkap dan sumber daya manusia yang banyak. Sedangkan MRIN-UPH adalah bagian dari Medical Science Lippo Group, yang tergabung bersama Fakultas Kedokteran UPH dan Rumah Sakit (RS) Siloam yang memiliki jaringan yang luas di Indonesia. Jaringan yang luas ini memungkinkan MRIN-UPH mendapat akses sampel dari berbagai daerah di Indonesia," jelas Prof. Irawan, melalui keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).

ADVERTISEMENT

Dr. Ivet menambahkan bahwa dengan kerja sama ini, kontribusi MRIN-UPH terkait pemetaan genom SARS-CoV-2 semakin luas. "Sebelumnya MRIN-UPH hanya melakukan partial genome sequencing dari SARS-CoV-2. Bersama Eijkman, kami dapat berkontribusi melakukan WGS yang bermanfaat dalam pemetaan varian virus penyebab COVID-19 yang ada di Indonesia, termasuk mutasi virus tersebut. Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik," tambah Dr. Ivet.

Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. "Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID. Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini," papar Dr. Ina.

Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa. Ia berharap kerja sama ini mampu berkontribusi dalam peningkatan kemampuan genome surveillance di Indonesia. Artinya meningkatkan kapasitas nasional agar sigap mengetahui apabila ada anomali kasus dan dapat menangkap varian atau mutasi virus SARS-CoV-2 di Indonesia lebih awal.

Lebih lanjut, menurut Prof. dr. Herawati Sudoyo, M.Sc., Ph.D. (Prof. Hera), Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kerja sama dengan MRIN-UPH juga terbuka pada respon inang (pasien) terhadap patogen penelitian penyakit, selain penelitian patogennya.

"Selain meneliti patogennya, bersama MRIN-UPH, kami juga ingin melakukan penelitian terhadap gejala klinis dari pasien. Karena beda pasien maka bisa berbeda juga respon dan dampak penyakit yang dirasakan," papar Prof. Hera.

Melalui peluang kerja sama yang ada, MRIN-UPH berkomitmen untuk siap berkontribusi dalam kemajuan penelitian. Tentu dalam menjalankan kerja sama juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidangnya. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Seminar Nasional 2026 di UPH Tekankan Peran Strategis Keluarga bagi Persatuan Bangsa

Seminar Nasional 2026 di UPH Tekankan Peran Strategis Keluarga bagi Persatuan Bangsa

NASIONAL
Berkarya, Berprestasi, dan Berdampak! UPH Apresiasi 501 Mahasiswa di UPH Awards 2025

Berkarya, Berprestasi, dan Berdampak! UPH Apresiasi 501 Mahasiswa di UPH Awards 2025

NASIONAL
Mengintip UPH Leadership Journey di UPH Festival 2025

Mengintip UPH Leadership Journey di UPH Festival 2025

NASIONAL
Spektakuler! Closing UPH Festival 2025 Jadi Awal Perjalanan Iman dan Karakter Mahasiswa Baru

Spektakuler! Closing UPH Festival 2025 Jadi Awal Perjalanan Iman dan Karakter Mahasiswa Baru

NASIONAL
Awal Perjalanan Ilmu, Iman, dan Karakter di UPH Festival 2025

Awal Perjalanan Ilmu, Iman, dan Karakter di UPH Festival 2025

NASIONAL
Gelar Libanev 2025, Perpustakaan UPH Dorong Kolaborasi Antarmahasiswa

Gelar Libanev 2025, Perpustakaan UPH Dorong Kolaborasi Antarmahasiswa

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT