Media Sosial Truth Social Janjikan Ruang Kebebasan Berpendapat
Selasa, 22 Februari 2022 | 14:14 WIB
Washington, Beritasatu.com- Media sosial, Truth Social menjanjikan ruang kebebasan berpendapat bagi seluruh penggunanya. Jaringan media sosial mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump itu resmi diluncurkan untuk beragam pengguna pada Senin (21/2/2022).
Truth Social menyambut pengguna pertamanya melalui App Store dan diharapkan akan beroperasi penuh di negara itu pada akhir Maret. Pengguna Apple dapat melakukan pra-berlangganan saat masih ditutup dalam versi beta.
Platform ini memiliki fungsi yang mirip dengan Twitter, tetapi dipromosikan berbeda dari pesaingnya dengan menjadi "platform media sosial yang bebas dari diskriminasi politik." Trump secara terkenal menggebrak situs-situs besar seperti Twitter, Facebook, dan YouTube tahun lalu karena diduga menghasut kerusuhan 6 Januari di Capitol Hill.
Truth Social diperbarui ke versi 1.0 (dan lebih baru ke 1.0.1 setelah perbaikan bug) pada hari Senin, sesuai dengan jadwal yang diumumkan Jumat lalu oleh chief product officer, yang disebut dengan 'Billy B.', saat sesi tanya jawab.
Baca Juga: Truth Social, Aplikasi Medsos Donald Trump Bisa Diunduh Maret
Berbicara kepada Fox News pada Minggu, mantan perwakilan AS Devin Nunes, yang mengepalai usaha di belakang Truth Social – Trump Media & Technology Group (TMTG) – mengatakan layanan itu akan diluncurkan pada perangkat Apple minggu ini.
"Tujuan kami yang saya pikir kami akan mencapainya adalah pada akhir Maret kami akan sepenuhnya beroperasi setidaknya di Amerika Serikat," katanya.
Nunes berjanji untuk menghargai pelanggan dan menambahkan bahwa pendekatannya akan menjadi "kebalikan dari beberapa oligarki teknologi Silicon Valley yang memberi tahu orang-orang apa untuk berpikir dan memutuskan siapa yang bisa dan tidak bisa berada di platform.
Baca Juga: Donald Trump Minta Hakim untuk Paksa Twitter Pulihkan Akunnya
Situs Trump harus bersaing dengan layanan seperti Gettr dan Parler, yang juga menawarkan lebih sedikit batasan pada pidato dan menargetkan kaum konservatif yang merasa tidak disukai di situs mainstream.
Setelah peluncuran, orang-orang mulai memeriksa wajah-wajah konservatif yang dikenal di situs tersebut dan berbagi kiat tentang cara menyebarkan berita, mengharapkan kehancuran dari lawan liberal mereka.
Bagian keuangan dari operasi TMTG tetap diselimuti kerahasiaan. Dikatakan mengumpulkan lebih dari $ 1 miliar dari investor swasta yang tidak disebutkan namanya dan berencana untuk mendaftar di New York, tetapi strategi jangka panjangnya untuk menghasilkan keuntungan masih belum jelas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




