ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Sidang Teddy Minahasa, Mantan Kepala BNN Jelaskan soal Control Delivery

Senin, 6 Maret 2023 | 21:56 WIB
ZS
FS
Penulis: Zikrullah Shubhy | Editor: FFS
Ahwil Luthan
Ahwil Luthan (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala BNN, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan menjelaskan tentang teknik control delivery dalam pengungkapan kasus narkoba. Hal itu disampaikan Ahwil Luthan saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang perkara dugaan peredaran narkoba dengan terdakwa mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Senin (6/3/2023).

Control delivery merupakan salah satu teknik pengungkapan kasus narkoba yang dimuat dalam Pasal 75 UU Narkotika. Tujuan teknik ini untuk mengungkap peredaran narkoba dengan cara mengontrol mulai dari pengiriman yang dilakukan bandar hingga ke pemesan narkoba. Dengan demikian, pengungkapan kasus narkoba tersebut bisa ditumpas hingga ke akar-akarnya.

Bahkan cara tersebut juga digunakan bila jaringan narkobanya antar negara. Pihak kepolisian bekerja sama dengan penegak hukum negara yang dilalui, agar para pelaku tidak ditangkap di tengah perjalanan. Hal ini untuk mengetahui pihak pemesan narkoba di negara tujuan.

ADVERTISEMENT

"Control delivery antarnegara ini betul-betul satu kerja sama dan harus dilakukan oleh penegak hukum di negara-negara dilalui karena bisa terjadi juga di negara dilalui mungkin orangnya ingin terkenal lalu ditangkap kan supaya bisa masuk TV sehingga putuslah jalur ke penerimanya. Makanya control delivery ke negara itu lebih sulit. Itu harus betul-betul kerja sama agen-agen undercover yang ada di tiap negara," katanya.

Ahwil yang juga Koordinator Kelompok Ahli BNN mengatakan, bila jaringan tersebut hanya di dalam negeri, biasanya yang dilakukan adalah kerja sama antara penegak hukum dengan perusahaan jasa pengiriman. Barang haram tersebut dikawal oleh pihak kepolisian sampai ke pemesan.

"Kalau sekarang yang berlaku control delivery di Indonesia jadi umumnya control delivery dilakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan kargo. Jadi waktu datang pertama pihak kargo kasih tahu lalu kita kawal sampai penerimanya," ujar Ahwil.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon