ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kalah Harga, Pedagang Thamrin City: Bersaing dengan Importir Online Itu Berat

Minggu, 24 September 2023 | 21:07 WIB
MH
JS
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: JAS
Salah seorang pedagang di Thamrin City, Deni.
Salah seorang pedagang di Thamrin City, Deni. (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak hanya di Pasar Tanah Abang, sepinya pembeli juga terjadi di Pusat Perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat. Diakui sejumlah pedagang, sepinya tempat berbelanja grosir dan eceran tersebut terjadi setidaknya setelah pandemi Covid-19 dan usai momen lebaran.

"Kondisi sebelum pandemi itu omzet bagus, setelah pandemi itu berkurang jauh. Rata-rata pedagang semua tutup. Saat ini, setelah pandemi, pas mau lebaran itu lumayan, setelah lebaran itu turun lagi grafik penjualan," kata Deni, pedagang pakaian di Thamrin City sejak 10 tahun lalu.

"Sehari sekarang 2-4 potong baju. Sebelum pandemi itu bisa 25-30 potong. Saya cuma jualan offline, sama sedikit dari Facebook dan Instagram," imbuh dia.

Deni mengatakan, selain babak belur digempur keadaan saat pandemi Covid-19, ia menduga penyebab sepinya Thamrin City lantaran pedagang kalah bersaing harga dengan importir yang berjualan secara online.

ADVERTISEMENT

"Karena bersaing dengan importir berat. Reseller ini berat, saingannya importir. Karena kita beli (produk) dari importir. Kalau importir jualan juga gimana kan enggak mungkin jual harga yang importir," kata dia.

Deni mengatakan, importir berjualan melalui online sebagai penjual tangan pertama, kemudian menjual produk di harga modal para reseller.

"Kita ini bersaing dengan importir. Contoh pasmina kita beli Rp 100.000 per potong, importir jual online Rp 100.000, kita enggak mungkin jual Rp 100.000, mau enggak mau di atas Rp 100.000. Kalau enggak begitu, enggak bisa bayar toko, service charge, karyawan," jelas Deni.

Deni berharap pemerintah segera membuat aturan terkait penjualan melalui online, khusus para importir dan penjual luar negeri.

"Jadi bukan soal sama online aja, kita bersiang sama importir yang menjual langsung. Oleh karena itu, pemerintah harus membatasi importir itu. Dipajakin atau gimana, pemerintah yang lebih tahu," harap Deni.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jerit Pedagang Makanan Berkuah: Omzet Turun karena Harga Plastik Naik

Jerit Pedagang Makanan Berkuah: Omzet Turun karena Harga Plastik Naik

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon