Jerit Pedagang Makanan Berkuah: Omzet Turun karena Harga Plastik Naik
Selasa, 7 April 2026 | 13:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pedagang makanan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, mengeluhkan lonjakan harga plastik kemasan setelah Idulfitri yang membuat biaya operasional usaha mereka meningkat tajam dan berdampak pada penurunan omzet penjualan. Kenaikan paling terasa dialami pedagang makanan berkuah di Jalan Diponegoro yang setiap hari bergantung pada plastik kemasan untuk melayani pesanan bungkus seperti soto, sop, dan capcay.
Sejumlah jenis plastik mengalami kenaikan cukup signifikan. Plastik anti-panas ukuran dua kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp 12.000 kini naik menjadi Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per pak. Sementara plastik ukuran setengah kilogram dan seperempat kilogram yang semula sekitar Rp 10.000 kini mencapai Rp 14.000.
Selain itu, harga plastik kresek juga ikut meningkat dari Rp 12.000 menjadi Rp 17.000 per pak, sehingga pengeluaran pedagang untuk kebutuhan kemasan melonjak hampir dua kali lipat.
Slamet, salah satu pedagang makanan di lokasi tersebut, mengatakan kenaikan harga kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan biasanya.
“Semua naik. Plastik anti-panas ukuran dua kilo yang biasanya Rp 12.000 sekarang bisa sampai Rp 16.000 sampai Rp 17.000. Ini bukan sekadar naik, tetapi langsung melonjak setelah Lebaran,” kata Slamet.
Ia mengatakan, biaya belanja plastik yang sebelumnya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 kini bisa mencapai Rp 70.000 dalam sekali belanja.
“Kalau biasanya belanja plastik cuma Rp 30.000 sampai Rp 40.000, sekarang bisa sampai Rp 70.000. Dampaknya sangat terasa. Sebenarnya mau menaikkan harga makanan, tetapi takut pelanggan komplain atau pindah ke tempat lain,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Sugiharti yang juga berdagang makanan di kawasan tersebut. Menurut dia, lonjakan harga kemasan sangat memengaruhi keuntungan usaha harian.
“Sebagai pedagang makanan sangat berpengaruh. Yang tadinya Rp 10.000 sekarang jadi Rp 14.000. Biasanya belanja plastik sekitar Rp 30.000, sekarang bisa lebih dari Rp 50.000. Omzet juga turun sekitar 20 sampai 25%,” kata Sugiharti.
Para pedagang mengaku memilih menahan harga jual makanan meskipun biaya produksi meningkat, karena khawatir pelanggan beralih ke tempat lain jika harga dinaikkan.
Kondisi ini membuat pendapatan harian mereka ikut tertekan. Rata-rata pedagang menyebut omzet turun sekitar 20-25% sejak harga plastik naik.
Mereka berharap ada langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga plastik agar usaha kecil tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




