ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mendag Sebut Impor Bahan Baku Plastik Tiba Pertengahan Mei 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:02 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (ANTARA FOTO/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan impor bahan baku utama biji plastik berupa nafta akan masuk pada pertengahan Mei 2026.

Ia menjelaskan kedatangan bahan baku tersebut merupakan tindak lanjut dari kebutuhan pelaku industri yang sebelumnya mengalami keterbatasan pasokan.

“Pertengahan Mei sampai ya, nanti saya update lagi ya,” kata Budi seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan pasokan bahan baku guna menjaga keberlanjutan produksi sektor manufaktur plastik di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Budi mengatakan bahan baku plastik yang tiba pada pertengahan Mei tersebut berasal dari Amerika Serikat.

Pemerintah sebelumnya juga sempat mencari alternatif sumber pasokan dari negara lain guna mengantisipasi kebutuhan industri. “Dari Amerika (asal impor). Kemudian kemarin cari solusinya dari India sama Afrika, tapi yang pertengahan Mei itu ya dari Amerika,” ujarnya.

Budi menegaskan kebijakan impor dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas rantai pasok industri sekaligus memastikan kegiatan produksi nasional tidak terganggu. Pemerintah, lanjutnya, tetap mendorong peningkatan produksi dalam negeri sambil membuka opsi impor secara terukur untuk memenuhi kebutuhan industri.

Ia menambahkan Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pembaruan informasi terkait realisasi impor serta perkembangan pasokan bahan baku plastik dalam waktu mendatang.

Pemerintah sebelumnya mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok global.

Selama ini, bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi global membuat pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan tersebut semakin ketat.

Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membuka akses ke pemasok bahan baku plastik baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Insentif Industri Plastik, Bea Masuk LPG Jadi 0 Persen Dampak Konflik

Insentif Industri Plastik, Bea Masuk LPG Jadi 0 Persen Dampak Konflik

EKONOMI
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
Lonjakan Harga Plastik Tekan Industri Makanan dan Minuman

Lonjakan Harga Plastik Tekan Industri Makanan dan Minuman

EKONOMI
Harga Plastik Melonjak, RI Buru Impor Nafta dari AS hingga Afrika

Harga Plastik Melonjak, RI Buru Impor Nafta dari AS hingga Afrika

EKONOMI
Harga Plastik Naik Tajam, UMKM Cianjur Tertekan

Harga Plastik Naik Tajam, UMKM Cianjur Tertekan

JAWA BARAT
Nafta 100 Persen Impor, Industri Plastik RI Rentan

Nafta 100 Persen Impor, Industri Plastik RI Rentan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon