ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nafta 100 Persen Impor, Industri Plastik RI Rentan

Selasa, 7 April 2026 | 10:42 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Salah satu pedagang plastik di Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Neti, mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis plastik, tergantung kualitasnya.
Salah satu pedagang plastik di Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Neti, mengungkapkan kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis plastik, tergantung kualitasnya. (Beritasatu.com/Dwi Haryadi)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketergantungan penuh terhadap impor bahan baku utama menjadi titik lemah industri plastik nasional. Kondisi ini membuat sektor tersebut sangat rentan terhadap gejolak global, termasuk lonjakan harga dan gangguan pasokan.

Asosiasi Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengungkapkan bahwa kebutuhan nafta sebagai bahan baku utama industri mencapai 3 juta ton per tahun dan seluruhnya masih bergantung pada impor.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono mengatakan struktur ini menjadi sumber kerentanan utama di tengah ketidakpastian global.

ADVERTISEMENT

"Untuk nafta kebutuhan 3 juta ton per tahun dan 100% impor. Untuk bahan baku plastik seperti PE (polyethylene), PP (polypropylene), PET (polyethylene terephthalate), PS (polystyrene), dan PVC (polyvinyl chloride) dan lainnya sekitar 8 juta ton, dengan 50% masih impor," katanya.

Ketergantungan tersebut membuat industri sangat sensitif terhadap gangguan distribusi global. Bahkan, gangguan kecil dalam rantai pasok dapat langsung berdampak pada proses produksi di dalam negeri.

Sebagai langkah mitigasi, pelaku industri mulai mendorong diversifikasi sumber bahan baku, termasuk memanfaatkan LPG sebagai alternatif.

"Nol persen bea masuk LPG sebagai bahan baku alternatif, pasokan gas," kata Fajar.

Selain itu, pelaku usaha juga mulai menjajaki sumber pasokan baru dari berbagai kawasan, seperti Asia Tengah, Afrika, hingga Amerika.

Namun, langkah ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi waktu pengiriman yang lebih panjang.

"Sudah mulai komunikasi dengan Asia Tengah, Afrika, dan Amerika. Yang jelas lead time lebih lama, paling cepat sekitar 50 hari. Semua negara sedang berusaha untuk mengamankan feedstock," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

EKONOMI
Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Bahas Stimulus Industri Hari Ini

Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Bahas Stimulus Industri Hari Ini

EKONOMI
Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

EKONOMI
Pemerintah Segera Bahas Stimulus bagi Industri Plastik

Pemerintah Segera Bahas Stimulus bagi Industri Plastik

EKONOMI
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
Kelangkaan Plastik Bisa Picu Kenaikan Harga hingga 30 Persen

Kelangkaan Plastik Bisa Picu Kenaikan Harga hingga 30 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon