Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan
Rabu, 29 April 2026 | 20:54 WIB
Ciamis, Beritasatu.com – Kenaikan harga barang pokok kembali memukul sektor UMKM di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kali ini, para perajin tahu bulat dan sotong mulai menjerit akibat lonjakan harga plastik kemasan dan lakban yang hampir mencapai 100%.
Kondisi ini membuat pelaku UMKM kebingungan akibat membengkaknya biaya produksi.
Para perajin tahu bulat dan sotong di pabrik produksi di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan dan lakban yang melambung tinggi. Kenaikan harga tersebut hampir mencapai 100% dari harga normal.
Harga plastik kemasan yang sebelumnya berkisar Rp 27.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 51.000 per kilogram. Sementara itu, harga lakban per dus meningkat dari Rp 425.000 menjadi Rp 555.000. Kenaikan ini membuat biaya produksi semakin membengkak.
“Sekarang harga plastik sama lakban naiknya luar biasa, sampai hampir 100% satu bulan terakhir ini. Jujur saja, keuntungan jadi kian menipis. Tetapi kami tetap menjalankan produksi untuk memenuhi pesanan. Ini sudah menjadi risiko usaha agar pelanggan tidak beralih,” kata pemilik Sotong Queen, Yati Suryati, Rabu (29/4/2026).
Demi menjaga kepercayaan pelanggan, pelaku usaha enggan menaikkan harga jual secara drastis. Strategi mengubah isi kemasan sempat dilakukan, namun justru menimbulkan keluhan dari konsumen.
“Pernah juga kami kemas satu pack sotong yang isinya 10 menjadi 20 untuk meminimalkan penggunaan plastik. Kami jual setara dengan dua pack. Tetapi konsumen mengeluh, sehingga kami kembali ke kemasan awal tanpa perubahan. Sampai sekarang belum ada solusi,” ujarnya.
Meski tertekan oleh kenaikan biaya produksi, pelaku usaha memilih mempertahankan kualitas dan kemasan agar produk tetap aman hingga ke tangan konsumen. Dilema antara menjaga kualitas dan menekan biaya operasional menjadi tantangan berat bagi UMKM.
Para pelaku UMKM di Ciamis berharap adanya solusi dari pemerintah atau pihak terkait agar harga bahan pendukung produksi kembali stabil sehingga usaha mereka dapat terus berjalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




