ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kelurahan Pejaten Timur Siagakan Perahu dan Posko Pengungsi

Minggu, 7 Februari 2021 | 22:29 WIB
B
BW
Penulis: BeritaSatu | Editor: BW
Satgas Banjir Kelurahan Pejaten Timur, Kota Jakarta Selatan bersiaga memantau pergerakan air akibat luapan Sungai Ciliwung, Minggu, 7 Februari 2021.
Satgas Banjir Kelurahan Pejaten Timur, Kota Jakarta Selatan bersiaga memantau pergerakan air akibat luapan Sungai Ciliwung, Minggu, 7 Februari 2021. (ANTARA)

Jakarta, Beritasatu.com - Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan mengantisipasi kenaikan muka air Sungai Ciliwung dengan menyiagakan petugas, perahu, hingga posko pengungsian.

"Semua petugas sudah siaga, mulai dari PPSU, petugas Damkar sudah stand by, perahu juga disiagakan, termasuk posko pengungsian," kata Lurah Pejaten Timur, M Rasyid Darwis, saat dihubungi Minggu (7/2/2021) malam.

Rasyid menyebutkan tiga perahu milik Damkar Jakarta Selatan, SAR Baznas, dan PMI telah bersiaga untuk berjaga-jaga apabila ada warga yang membutuhkan tempat untuk mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Kemudian juga telah disiapkan tiga posko pengungsian yakni dua lokasi di masjid dan satu lokasi di sekolah.

ADVERTISEMENT

"Kita sudah siapkan posko pengungsian di tiga lokasi. Karena kalau Katulampa masih siaga tiga hingga malam ini, artinya kita harus siap-siap enam jam lagi air bakal naik," kata Rasyid.

Selain itu, petugas Kelurahan Pejaten Timur, Damkar, Satgas Banjir RT dan RW bersiaga untuk menginformasikan warga bila sewaktu-waktu Sungai Ciliwung meluap lagi.

Luapan Sungai Ciliwung akibat naiknya debit air di Bendung Katulampa berstatus siaga tiga banjir menggenangi tujuh RW di Kelurahan Pejaten Timur sejak pukul 13.00 WIB.

Ketinggian air beragam mulai dari 40 cm hingga 150 cm bahkan di kawasan bantaran Sungai Ciliwung bisa 200 cm.

Menurut Rasyid, banjir masih terkendali sehingga warga belum ada yang mengungsi di posko yang disediakan.

"Warga masih bertahan di lantai dua rumahnya, ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih tinggi letaknya," kata Rasyid.

Berdasarkan catatan kelurahan, tujuh RW yang terendam banjir tersebut, yakni RW 03 (RT 010) ketinggian 40 cm, RW 05 (RT 05) ketinggian kurang lebih 120 cm, RW 06 (RT 011/06) ketinggian 120 cm, RW 07 (RT 01, RT 016 dan RT 017) ketinggian 100 cm, RW 08 (RT 05, RT 06, RT 07, RT 08 dan RT 09) ketinggian 170 cm, RW 09 (RT 016) ketinggian 40 cm, RW 10 (RT 012) ketinggian 40 cm.

Tercatat juga sebanyak 215 keluarga terdampak banjir luapan Sungai Ciliwung dengan perincian RW 03 sebanyak 20 keluarga, RW 05 sebanyak 50 keluarga, RW 06 sebanyak 20 keluarga, RW 07 sebanyak 60 keluarga, RW 08 sebanyak 70 keluarga, RW 09 sebanyak 3 keluarga, dan RW 10 sebanyak 10 keluarga.

Rasyid mengatakan, pukul 19.00 WIB air sudah berangsur surut sekitar 20 hingga 30 cm. Namun, pihaknya masih menerapkan status siaga mengingat kondisi di Bendung Katulampa masih siaga tiga.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Belum Surut, Rumah Warga di Pejaten Timur Masih Terendam

Banjir Belum Surut, Rumah Warga di Pejaten Timur Masih Terendam

JAKARTA
Banjir Kiriman Bogor Tiba, Rumah di Pejanten Timur Terendam 1 Meter

Banjir Kiriman Bogor Tiba, Rumah di Pejanten Timur Terendam 1 Meter

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon