ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Alasan Pedagang di Bogor Konsisten Jual Migor Sesuai HET

Senin, 30 Mei 2022 | 18:21 WIB
VS
WM
Penulis: Vento Saudale | Editor: WM
Pedagang minyak goreng di Pasar Bogor, Jawa Barat
Pedagang minyak goreng di Pasar Bogor, Jawa Barat (Beritasatu.com/Heru Yustanto)

Bogor, Beritasatu.com - Diantara beberapa toko kelontong yang menjual minyak goreng (migor) curah, yang di sidak Kasad Jenderal Dudung, Toko 9 di Pasar Anyar konsisten menjual migor curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per kilogram.

Pemilik toko 9, Yuda Sanjaya menuturkan, alasan dirinya menjual migor jenis curah sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah karena untuk tetap bertahan hidup.

Baca Juga: Jenderal Dudung Abdurachman Sidak Migor ke Pasar Anyar Bogor

"Untung sedikit tidak apa-apa, yang penting laku dan mempertahankan pelanggan/konsumen agar tetap hidup," katanya, Senin (30/5/2022).

ADVERTISEMENT

Yuda mengaku menjual harga migor jenis curah sebesar Rp15.500 perkg ke konsumennya. Harga itu ia tetapkan sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan HET untuk minyak goreng jenis curah.

"Ya pemerintah bilang segitu ya saya jual segitu. Standarlah, memang dari awal segitu. Saya beli Rp 14.400 per kilogram," ucap Yuda.

Pemilik Toko 9 , Yuda tak menutup mata masih ada pedagang minyak goreng yang menjual di atas HET. Akan tetapi, pilihannya menjual sesuai HET dilakukan untuk bisa bertahan hidup.

Baca Juga: Satgas: Pekan Depan Harga Migor di Bogor Sesuai HET

"Sebenarnya, orang jual masing-masing lah ya. (Tapi) kalau kita sih, kalau mau hidup sendiri langganan kita mati ya kita sendiri yang rugi. (Makanya) kalau kita mau hidup ya mereka juga harus hidup, sehingga muter gitu," imbuhnya.

"(Intinya) Kalau kita naekin terus mereka tidak bisa jual, jadi dampaknya kita sendiri yang rugi," tambahnya.

Sementara pemilik toko lain yang menjual Rp 17.000 per kilogram beralasan, dirinya menjual harga di atas HET lantaran dirinya menghabiskan stok yang ia beli masih di atas HET.

"Ini ngabisin stok aja. Kalau habis minggu ini, minggu depan pasti jual sesuai aturan HET Rp 15.500 per kg atau Rp14.000 per liter," kata Nanang.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon