Soal Diduga Istri Jenderal Polisi Bergaya Hidup Mewah, Ini Respons Polri
Jumat, 17 Maret 2023 | 09:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri merespons terkait dugaan gaya hidup mewah istri dari Brigadir Jenderal Polisi Endar Priantoro yang berdinas sebagai Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pimpinan polri telah menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar tidak bergaya hidup mewah atau hedon termasuk juga keluarganya.
"Bahwa berkali-kali pimpinan Polri baik Kapolda maupun Kapolres, sudah meneruskan kepada jajaran agar tidak berhidup mewah, kita tidak boleh bergaya hidup hedon," kata Ramadhan, Jumat (17/3/2023).
Dikatakan Ramadhan, Divisi Humas juga telah mengeluarkan penerangan satuan (Pensat) terhadap jajarannya agar anggota polri dan keluarganya tidak bergaya hidup hedon.
"Termasuk keluarga itu istri dan anak-anaknya, tetap menjaga gaya hidup untuk tidak membuat gaya hidup atau tidak bergaya hidup yang bermewahan, atau gaya hidup hedon. Tentu kita mengingatkan kepada anggota, termasuk keluarganya yang melakukan atau melanggar daripada intruksi tersebut, akan diberikan sanksi," ucapnya.
Sebagai informasi, diduga istri dari Jenderal Endar kerap pamer kehidupannya mewahnya di media sosial.
Hal itu diketahui dari akun TikTok Perusak Hedon yang mengunggah sejumlah foto diduga istri Brigjen Endar. Dimana, dalam unggahan tersebut dinarasikan bahwa mereka tengah ke luar negeri dengan menyewa helikopter.
Selain itu juga, dalam unggahan tersebut terlihat bahwa istri Brigjen Endar mengenakan pakaian mewah bermerek beserta perhiasan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan anggotanya agar tidak memiliki gaya hidup mewah atau hedonisme. Terlebih lagi, situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja dan Sigit meminta anggotanya untuk tidak memamerkan hartanya saat ini.
"Terkait dengan gaya hidup mewah pak Presiden juga sudah betul-betul memberikan penjelasan secara gamblang. Saya kira masalah kebiasaan-kebiasaan menggunakan mobil bagus, motor gede, situasinya lagi tidak baik," kata Kapolri Sigit seperti dikutip dari Instagram resminya @Listyosigitprabowo, Senin (24/10/2022).
Kemudian, Kapolri Sigit memahami bahwa ada banyak anggota Polri yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Namun, saat ini bukan saatnya untuk memamerkan harta kekayaan itu.
"Sehingga kemudian risiko-risiko terkait dengan hal-hal seperti ini bisa dikurangi. Saya kira STR (surat telegram rahasia) terkait bagaimana gaya hidup yang sesuai dengan Kepolisian yang sudah laksanakan itu," ucap Kapolri.
Lebih lanjut Kapolri Sigit mencontohkan seperti saat melakukan perjalanan dinas ke kota atau kabupaten agar dapat menyesuaikan. Misalnya, saat bupati menggunakan mobil Inova, anggota Polri jangan memakai mobil yang lebih baik dari itu dan samakan saja.
"Apalagi pada saat melaksanakan dinas disesuaikan. Kapolres seperti apa, kapolda seperti apa, Kapolsek seperti apa sehingga kemudian kita tidak terlihat mencolok karena berbeda dan itu dianggap menjadi hal-hal yang kemudian dianggap itu Hedonis," imbuhnya.
Terkait hal tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa memang sulit untuk melakukannya. Ia juga meminta mengingatkan keluarganya karena apapun nantinya yang akan terjadi, sorotannya tetap kepada anggota Polri dan terhadap institusi Polri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




