ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Muhammadiyah Tolak Damai dengan Peneliti BRIN Andi Pangerang

Senin, 1 Mei 2023 | 13:54 WIB
MR
BW
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: BW
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. 
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.  (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Jakarta, Beritasatu.com - Kubu Muhammadiyah tetap menolak damai dengan peneliti Badan Riset Inovasi Nasional atau BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin terkait kasus ancaman pembunuhan. Oleh karena itu, Bareskrim Polri memutuskan tetap mengusut kasus dimaksud.

"Sampai saat ini dari pihak Muhammadiyah ingin untuk perkara ini tetap dilanjutkan," ungkap Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (1/5/2023).

Adi Vivid juga angkat bicara soal peluang menempuh opsi restorative justice atau keadilan berdasarkan restoratif dalam kasus Andi Pangerang Hasanuddin. Soal opsi tersebut, Polri menyerahkannya kepada pihak Muhammadiyah selaku pelapor.

ADVERTISEMENT

"Terkait masalah restorative justice akan ditentukan dari pelapor karena ini delik pidana murni. Jadi kalau pidana murni mungkin restorative justice tergantung daripada yang memberi laporan," tutur Adi Vivid.

Diketahui, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber menangkap peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin. Ia ditangkap imbas ancamannya terhadap warga Muhammadiyah.

Andi Pangerang Hasanuddin diduga sudah terlampau lelah ketika berdiskusi mengenai beda waktu Idulfitri. Faktor kelelahan tersebut pada akhirnya memicu Andi Pangerang melontarkan ancaman terhadap warga Muhammadiyah.

"Motivasinya tadi kami sempat tanyakan kepada yang bersangkutan, bahwa selama ini Pak Thomas (peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin) sering berdiskusi yang fokus daripada pernyataan ini adalah pada saat penetapan Lebaran," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta.

Adi Vivid menyampaikan, diskusi yang berlangsung saat itu sudah dilakukan berulang kali. Dalam diskusi lewat media sosial itu, terjadi tanya jawab hingga penyampaian pendapat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Muhammadiyah Buka Beasiswa S-1 Al-Azhar 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

Muhammadiyah Buka Beasiswa S-1 Al-Azhar 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya

NASIONAL
Kapan Iduladha 2026? Simak Jadwal Sidang Penentuannya

Kapan Iduladha 2026? Simak Jadwal Sidang Penentuannya

NASIONAL
Keteladanan Elite Bangsa Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Nasional

Keteladanan Elite Bangsa Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Nasional

NASIONAL
Gubernur Pramono Makin Erat Gandeng Muhammadiyah demi Bangun Jakarta

Gubernur Pramono Makin Erat Gandeng Muhammadiyah demi Bangun Jakarta

JAKARTA
Berapa Kali NU dan Muhammadiyah Rayakan Lebaran Berbeda Hari?

Berapa Kali NU dan Muhammadiyah Rayakan Lebaran Berbeda Hari?

NASIONAL
Salat Idulfitri Muhammadiyah

Salat Idulfitri Muhammadiyah

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon