Menag: Jemaah Haji Lansia dan Risti Diprioritaskan Pulang Lebih Awal
Jumat, 7 Juli 2023 | 15:43 WIB
Makkah, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, jemaah haji lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) diprioritaskan untuk pulang lebih dahulu atau tanazul awal ke Tanah Air. Hal itu untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah haji.
"Kita perintahkan kepada seluruh staf untuk memprioritaskan jemaah yang risti lansia bisa dipulangkan terlebih dulu atau tanazul karena saya kira ini juga baik untuk kesehatan jemaah haji" ujar Gus Men sapaan akrab Menag, di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah jelang kepulangannya ke Tanah Air, Kamis (6/7/2023) sore.
Menurut Gus Men, jemaah haji lansia dengan risiko tinggi tidak perlu berlama-lama di Arab Saudi. Apalagi cuacanya sangat ekstrem, berbeda dengan situasi di Indonesia. Adapun mekanisme kepulangannya yakni dengan mengisi bangku-bangku yang kosong di pesawat.
"Teknisnya sama ketika berangkat ya. Kepulangan kan pasti ada yang kosong. Kursi-kursi kosong itu yang nanti akan kita isi dengan jemaah lansia dan risti sesuai dengan embarkasinya masing-masing," ucap Menag.
Bagi jemaah haji lansia yang dipulangkan lebih awal, sambung Gus Men, tidak perlu khawatir karena di pesawat ada petugas yang akan menjadi pendamping.
"Di pesawat ada petugasnya dari kesehatan, PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, Red) juga ada, PPHD (Petugas Penyelenggara Haji Daerah, Red) juga ada. Jadi saya kira tak perlu khawatir keluarga di rumah. Tak perlu khawatir doakan saja supaya jemaah yang nanti akan kita bawa pulang terlebih dulu sehat dan selamat di Tanah Air," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Men juga mengapresiasi seluruh jemaah haji Indonesia yang relatif tertib dan mengikuti aturan yang dibuat, baik oleh Pemerintah Saudi maupun Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji.
Disinggung soal perlunya pendamping untuk lansia saat di hotel, Gus Yaqut menyadari layanan lansia yang mungkin kurang atau tidak ada pendampingnya di kamar masing-masing.
"Kita sudah perhitungan itu dan kita minta semua petugas standby ketika dibutuhkan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah jemaah haji Indonesia pada musim haji kali ini mendapat kuota normal yakni 221.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 67.000 adalah jemaah haji lansia. Berbeda dengan pelaksanaan haji sebelumnya, pada tahun ini jemaah haji lansia yang berangkat tidak disertai pendamping. Hal itu dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) agar tidak merusak antrean daftar tungggu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Ratusan Rumah di Bukit Pamulang Indah Masih Terendam Banjir 1 Meter




