ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB

Sabtu, 4 April 2026 | 17:40 WIB
MS
JS
Penulis: Moh. Sukri | Editor: JJS
Ilustrasi campak
Ilustrasi campak (Freepik.com/Freepik)

Palu, Beritasatu.com - Kasus campak di Sulawesi Tengah melonjak signifikan sejak awal 2026, memicu sejumlah daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Lonjakan ini menjadi bagian dari tren peningkatan kasus campak yang juga terjadi secara nasional.

Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah hingga pekan ke-12 Maret 2026 menunjukkan Kota Palu mencatat kasus tertinggi, yakni 428 kasus. Angka ini menjadi yang paling dominan dibanding wilayah lain.

Selain Palu, status KLB juga telah ditetapkan di Kabupaten Donggala, Sigi, Tolitoli, Poso, dan Morowali Utara. Penetapan ini dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus dalam waktu singkat di masing-masing daerah.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan situasi masih terkendali. Hingga kini, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria penetapan KLB di tingkat provinsi.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, Ahsan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta pemerintah daerah dalam penanganan wabah.

“Untuk penanggulangan kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, khususnya di program imunisasi, dan kabupaten terkait dengan tata laksana penanggulangan KLB,” ujar Ahsan kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan kasus di Kota Palu mendorong pemerintah melakukan imunisasi respons wabah atau outbreak response immunization (ORI). Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.

“Untuk Kota Palu sendiri baru ditetapkan minggu kemarin, karena ada peningkatan kasus, disarankan untuk melakukan ORI dari usia 9 bulan sampai 59 bulan,” jelasnya.

Ahsan menambahkan, peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Sulawesi Tengah, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Tingginya mobilitas penduduk menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran virus.

Selain itu, cakupan imunisasi yang belum merata menyebabkan kekebalan kelompok belum terbentuk optimal. Dalam lima tahun terakhir, Sulawesi Tengah belum mencapai target cakupan imunisasi sebesar 95 persen.

“Ada beberapa kabupaten yang sudah mencapai target, tetapi di tingkat puskesmas belum merata,” ungkapnya.

Pemerintah daerah kini terus menggencarkan imunisasi tambahan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

“Di usia lima tahun ke bawah yang rentan terhadap penyakit campak,” tambahnya.

Upaya ini diharapkan mampu menekan penyebaran kasus sekaligus mencegah meluasnya wabah campak di Sulawesi Tengah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

LIFESTYLE
Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

LIFESTYLE
KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

JAWA TENGAH
Kasus Campak Merebak, Dinkes Lebak Minta Anak Segera Imunisasi

Kasus Campak Merebak, Dinkes Lebak Minta Anak Segera Imunisasi

LIFESTYLE
Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

LIFESTYLE
Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon