ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

Rabu, 15 April 2026 | 03:00 WIB
AY
JS
Penulis: A Ferry Yuniar | Editor: JJS
Kasus penyakit campak di Serang tembus 500 kasus.
Kasus penyakit campak di Serang tembus 500 kasus. (Beritasatu.com/Ferry Yuniar)

Ciruas, Beritasatu.com - Kasus suspek campak di Kabupaten Serang, Banten, terus meningkat hingga mendekati situasi Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga April 2026, tercatat sekitar 500 kasus suspek campak, dengan mayoritas penderita merupakan anak usia di bawah lima tahun (balita).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sekitar 500 kasus suspek campak, sementara 10 kasus telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Gejala yang dialami penderita umumnya berupa demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga sesak napas. Tren peningkatan ini menimbulkan kekhawatiran karena penyebaran kasus sudah terjadi di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Serang, Banten.

ADVERTISEMENT

Salah satu wilayah dengan tingkat kewaspadaan tinggi adalah Kecamatan Kramatwatu, yang berada di jalur perlintasan padat serta berdekatan dengan Kota Serang.

Berdasarkan data UPT Puskesmas Kramatwatu, jumlah suspek campak di wilayah tersebut sejak Januari hingga pertengahan April 2026 mencapai 77 kasus. Kasus tersebut ditemukan pada balita, anak-anak, hingga orang dewasa.

Kepala UPT Puskesmas Kramatwatu dr. Fenny Sunarsih membenarkan tingginya jumlah kasus tersebut.

“Memang benar, di Kramatwatu jumlah suspek campak cukup tinggi. Sejak Januari hingga pertengahan April 2026 sudah mencapai 77 kasus. Namun, kami mendapat dukungan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan dan kepolisian, untuk melakukan langkah pencegahan dan pengobatan,” ujar Fenny Sunarsih kepada wartawan di Posyandu Anggrek, Kramat Permai, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (14/4/2026).

Di wilayah Kramat Permai, tercatat sedikitnya dua keluarga yang teridentifikasi mengalami suspek campak.

Untuk menekan penyebaran penyakit, puskesmas menjalankan sejumlah program pencegahan, antara lain outbreak response immunization (ORI) atau imunisasi massal, catch-up campaign MR/campak, serta penguatan surveilans kasus melalui posyandu di wilayah Kramatwatu.

Sementara itu, Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma’mun mengatakan pihak kepolisian turut membantu sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi.

“Kami mengimbau warga agar segera mendapatkan vaksin campak supaya penularan tidak semakin meluas. Petugas juga kami turunkan untuk membantu sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Situasi semakin memprihatinkan setelah dilaporkan adanya kasus kematian akibat campak di beberapa wilayah di Banten. Tercatat empat orang meninggal di Kabupaten Tangerang, satu orang di Kota Tangerang Selatan, dan satu orang di Kabupaten Serang, sehingga total mencapai enam kasus kematian.

Peningkatan kasus campak ini diduga berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi dasar lengkap, khususnya vaksin MR/MMR, sejak pandemi Covid-19. Selain itu, terganggunya layanan posyandu selama pandemi turut memengaruhi tingkat perlindungan imunisasi anak.

Petugas kesehatan kini melakukan surveilans aktif, terutama di wilayah padat penduduk, dengan fokus pada pemeriksaan balita guna menekan laju penyebaran penyakit.

Pemerintah juga mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi anak dan mewaspadai gejala campak agar penyebaran tidak berkembang menjadi KLB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

LIFESTYLE
KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

JAWA TENGAH
Kasus Campak Merebak, Dinkes Lebak Minta Anak Segera Imunisasi

Kasus Campak Merebak, Dinkes Lebak Minta Anak Segera Imunisasi

LIFESTYLE
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB

Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB

LIFESTYLE
Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

LIFESTYLE
Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon