ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

Jumat, 10 April 2026 | 13:35 WIB
J
RA
Penulis: Jamaah | Editor: RP
Dinas Kesehatan Pati saat menggencarkan pelaksanaan imunisasi tambahan guna memutus mata rantai penyebaran campak di Balai Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada Kamis, 9 April 2026.
Dinas Kesehatan Pati saat menggencarkan pelaksanaan imunisasi tambahan guna memutus mata rantai penyebaran campak di Balai Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati pada Kamis, 9 April 2026. (Beritasatu.com/Jamaah)

Pati, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit campak. Keputusan tersebut diambil setelah terjadi lonjakan kasus campak yang cukup signifikan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati segera mengambil langkah preventif dengan menggencarkan program imunisasi tambahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang umumnya menyerang anak-anak.

Berdasarkan data Dinkes Pati, tercatat terdapat 20 kasus campak yang muncul dalam waktu berdekatan dan tersebar di beberapa wilayah. Kecamatan Margorejo menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 14 kasus.

ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengatakan meskipun kondisi para pasien saat ini dilaporkan telah membaik, upaya pencegahan tetap harus diperketat.

"Ada 20 kasus anak yang terjangkit, dan terbanyak memang di Kecamatan Margorejo dengan 14 kasus. Alhamdulillah, kondisi mereka sudah membaik. Sebagai langkah antisipasi agar tidak meluas, kami galakkan imunisasi massal," ujar Salis saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Desa Jambean Kidul, Kamis (9/4/2026).

Pada kegiatan tersebut, vaksinasi menyasar 266 anak berusia 18 bulan hingga 7 tahun. Untuk memudahkan akses masyarakat, petugas membuka empat titik pelayanan imunisasi di Desa Jambean Kidul, mulai dari balai desa hingga fasilitas pendidikan.

Tingginya angka penularan di lingkungan tempat tinggal memicu kekhawatiran sekaligus meningkatkan kesadaran para orang tua untuk melindungi anak-anak mereka. Warga terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan imunisasi bagi buah hati mereka.

Elvira, salah satu warga Desa Jambean Kidul, mengaku sengaja membawa anaknya yang berusia tiga tahun ke pos imunisasi setelah mengetahui beberapa anak di sekitarnya terjangkit campak.

"Di sini sudah ada tiga sampai empat anak yang kena. Makanya ini anak saya langsung dibawa imunisasi untuk antibodi, Mas. Biar kebal dan tidak tertular," ungkap Elvira.

Penyakit campak merupakan infeksi virus yang sangat menular melalui percikan air liur (droplet) saat penderita bersin atau batuk. Gejala yang umumnya muncul antara lain demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah, serta ruam merah pada permukaan kulit.

Dinkes Pati mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit ini. Jika tidak ditangani dengan baik atau kondisi kekebalan tubuh anak sangat lemah, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare berat, infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak.

Selain melengkapi imunisasi dasar dan tambahan, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Anak yang menunjukkan gejala disarankan untuk beristirahat, memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi akibat demam, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon