ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Campak Merebak, Dinkes Lebak Minta Anak Segera Imunisasi

Jumat, 10 April 2026 | 04:00 WIB
B
JS
Penulis: Budiman | Editor: JJS
Ilustrasi campak
Ilustrasi campak (Istimewa)

Rangkasbitung, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui dinas kesehatan mengimbau orang tua segera membawa anak usia 9–59 bulan ke Posyandu untuk imunisasi. Imbauan ini menyusul meningkatnya kasus dugaan campak di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak Nining Tilawah menegaskan, imunisasi penting untuk mencegah penyakit menular seperti campak, difteri, tetanus, dan pertusis.

"Anak-anak perlu dibawa ke Posyandu tidak hanya untuk pemantauan tumbuh kembang, tetapi juga untuk mendapatkan imunisasi agar terlindungi dari penyakit menular," ujar Nining Tilawan kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, anak yang telah divaksin memiliki kekebalan sehingga gejala saat terpapar penyakit tidak seberat anak yang belum diimunisasi. Sebaliknya, anak tanpa imunisasi lebih rentan mengalami komplikasi serius.

"Kalaupun tertular, anak yang sudah tervaksin biasanya tidak mengalami gejala berat. Lain halnya dengan anak yang tidak pernah diimunisasi. Mereka lebih rentan terhadap penyakit," jelasnya.

Dinkes Lebak mencatat hambatan dalam program imunisasi, termasuk kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin, seperti demam ringan. Namun kondisi ini normal dan dapat ditangani dengan obat penurun panas.

"Demam setelah imunisasi itu efek umum dan bisa diatasi. Manfaat imunisasi jauh lebih besar dibanding efek sementara tersebut," tambahnya.

Faktor lain yang menyebabkan anak belum lengkap imunisasi adalah kurangnya persetujuan anggota keluarga, khususnya suami, dan kesibukan orang tua yang bekerja di sektor informal seperti pertanian.

"Masih banyak anak belum divaksin karena izin keluarga atau kesibukan orang tua di sawah atau ladang. Jika anak sakit, orang tua tidak bisa bekerja," ujar Nining.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus melakukan sosialisasi melalui Posyandu dan melibatkan tokoh masyarakat agar orang tua menyadari pentingnya imunisasi.

"Program ini kami sosialisasikan di Posyandu dengan dukungan tokoh masyarakat. Namun keputusan tetap di tangan orang tua, kami hanya mengimbau," jelasnya.

Sebelumnya, Dinkes Lebak mencatat sebanyak 322 anak diduga terpapar campak. Meski belum ada laporan kematian, seluruh kasus masih berstatus suspek dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Anak usia balita disebut kelompok paling rentan penularan penyakit.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

Mendekati Status KLB, Kasus Campak Serang Naik 500 Suspek

LIFESTYLE
Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

Kemenkes Mulai Vaksinasi Campak untuk Nakes di 14 Provinsi

LIFESTYLE
KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

KLB Campak, Dinas Kesehatan Pati Genjot Vaksinasi

JAWA TENGAH
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB

Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB

LIFESTYLE
Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Campak? Ini Fakta Medisnya

LIFESTYLE
Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon