ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Klaten Tetapkan KLB Campak, Vaksinasi Digencarkan

Kamis, 2 April 2026 | 14:26 WIB
JL
H
Penulis: Joko Laksono | Editor: HE
Dinas Kesehatan Klaten menggencarkan vaksinasi campak dengan menyasar 53.288 anak usia 9 hingga 59 bulan.
Dinas Kesehatan Klaten menggencarkan vaksinasi campak dengan menyasar 53.288 anak usia 9 hingga 59 bulan. (Beritasatu.com/Joko Laksono)

Klaten, Beritasatu.com – Pemerintah menetapkan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berstatus kejadian luar biasa (KLB) campak setelah ditemukan empat kasus dalam waktu berdekatan. Dari jumlah tersebut, dua kasus diketahui berada di wilayah yang sama.

Penetapan KLB dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menyusul temuan kasus campak sejak akhir Januari 2026.

Berdasarkan data, dua kasus ditemukan di Kecamatan Prambanan, sementara dua lainnya tersebar di wilayah berbeda di Kabupaten Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan status yang ditetapkan merupakan KLB kesehatan, bukan KLB wilayah. Hal ini karena adanya dua kasus dalam satu wilayah yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

“Penetapan ini bertujuan agar segera dilakukan langkah penanggulangan, salah satunya melalui outbreak response immunization (ORI) atau imunisasi massal darurat campak,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Kamis (2/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Klaten menggencarkan vaksinasi campak dengan menyasar 53.288 anak usia 9 hingga 59 bulan.

“Program ini dilaksanakan di 401 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Klaten,” katanya.

Anggit mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari penemuan kasus suspek, pemeriksaan sampel, hingga penetapan kasus positif.

“Saat ini, seluruh pasien yang terkonfirmasi dilaporkan dalam kondisi baik, meskipun satu di antaranya sempat menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak yang terkonfirmasi positif campak diketahui belum mendapatkan imunisasi sebelumnya. Program ORI campak pun diberikan kepada seluruh anak sasaran tanpa memandang status imunisasi.

“Langkah ini diambil untuk memutus rantai penularan serta meningkatkan kekebalan kelompok di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, warga setempat, Suharni, mengaku mendukung pelaksanaan vaksinasi massal tersebut demi menjaga kesehatan anak-anak.

“Dengan adanya vaksinasi ini, kami merasa lebih tenang karena anak-anak bisa terlindungi dari penyakit campak,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon