Hadapi PHK, Kampus Siapkan Sarjana Komunikasi dengan Keahlian Plus
Senin, 12 Mei 2025 | 11:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor media massa dan industri kreatif global, Universitas Tarumanagara (Untar) mengambil langkah strategis guna mempersiapkan lulusannya, khususnya dari program studi ilmu komunikasi. Hal ini bertujuan agar mampu bertahan dan bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Rektor Untar, Prof Amad Sudiro menyampaikan, tren PHK saat ini menjadi perhatian serius dunia pendidikan tinggi. Untuk itu, Untar menegaskan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik dan layanan pendidikan yang adaptif terhadap dinamika global.
Untar tidak hanya menghasilkan sarjana komunikasi, tetapi dengan memiliki keahlian plus yang dibuktikan melalui uji kompetensi pendamping ijazah.
“Dengan situasi yang tidak pasti dan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang terdampak PHK, kami melakukan langkah logis untuk menyiapkan alumni dengan kompetensi yang lebih unggul. Salah satunya melalui uji kompetensi pendamping ijazah yang akan menjadi bagian wajib dalam proses kelulusan,” ucap Sudiro usai Untar mengukuhkan 2.270 wisudawan pada Wisuda ke-85 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (11/05/2025).
Sudiro menjelaskan Untar juga tengah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang akan berlisensi langsung dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.
“Melalui skema ini, kami ingin lulusan Untar menjadi sarjana plus, mereka tidak hanya punya ijazah, tapi juga keahlian tersertifikasi yang diakui dunia kerja,” ujar Sudiro.
Ia menambahkan, khusus untuk mahasiswa komunikasi, sertifikasi akan mencakup bidang digitalisasi komunikasi dan produksi media. Menurutnya, langkah ini juga merupakan bagian dari implementasi arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisainstek) untuk mengembangkan konsep kampus berdampak, yang menjadi kelanjutan dari program Kampus Merdeka.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tarumanagara, Ariawan Gunadi, menegaskan bahwa yayasan turut mendukung upaya tersebut dengan menyerap langsung lulusan-lulusan terbaik Untar ke dalam unit-unit usaha milik yayasan, seperti rumah sakit, perusahaan properti, dan sektor medis.
“Kita tidak mau lulusan hebat justru dipakai tempat lain, tetapi di rumah sendiri tidak kita manfaatkan. Kita punya banyak unit usaha, dan alumni-alumni kita yang berkualitas kita prioritaskan untuk bergabung,” kata Ariawan terkait badai PHK,
Khusus untuk prodi ilmu komunikasi, Untar telah menyiapkan skema-skema sertifikasi yang relevan dengan tuntutan zaman. Ariawan menambahkan bahwa dengan arus digitalisasi, lulusan komunikasi perlu memiliki keunggulan kompetitif yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif di dunia kerja
“Digitalisasi komunikasi adalah fokus utama. Sertifikasi ini akan memperkuat daya saing lulusan kami, baik untuk bekerja, studi lanjut, maupun membangun bisnis sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ariawan menambahkan bahwa yayasan juga mengembangkan Tarumanagara Enterprise, sebuah institusi berbasis kepakaran dosen yang mendukung pengembangan startup dan inkubasi bisnis, bekerja sama dengan NUS Enterprise dari Singapura.
Berbagai langkah dari Untar tersebut diyakini akan mencetak sarjana ilmu komunikasi dengan keahliah plus untuk menahan badai PHK di berbagai industri, khususnya media massa dan industri kreatif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




