ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PHK Marak, Dicoding Sebut Peluang IT Justru Kian Terbuka

Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Dicoding: peluang kerja IT tetap terbuka meski layoff, sektor non-IT jadi penyerap utama talenta digital di era AI
Dicoding: peluang kerja IT tetap terbuka meski layoff, sektor non-IT jadi penyerap utama talenta digital di era AI (DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Layoff di industri teknologi tidak menutup peluang kerja bagi talenta digital. Dicoding justru menemukan bahwa kebutuhan tenaga IT semakin meluas, terutama di sektor non-teknologi.Hal tersebut terungkap dalam ajang Dicoding Developer Conference (DDC) 2026 yang mengusung tema “Built by Humans, Accelerated by AI”. Dalam acara ini, Dicoding meluncurkan laporan Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan 3.163 talenta digital di Indonesia.

Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, menyampaikan bahwa fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi tidak serta-merta mempersempit peluang karier. Berdasarkan temuan IDO 2026, perusahaan non-IT kini justru menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital.

“Temuan kami menunjukkan bahwa peluang karier IT tetap terbuka lebar di luar sektor teknologi tradisional. Di era disrupsi AI, belajar teknologi masih relevan, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi,” ujar Oon.

Laporan tersebut juga menyoroti peran besar kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan produktivitas. Sebanyak 9 dari 10 developer profesional mengaku mengalami lonjakan produktivitas antara 20% hingga lebih dari 50% berkat penggunaan AI generatif dalam pekerjaan mereka.

ADVERTISEMENT

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menambahkan bahwa mayoritas developer kini tidak hanya mengandalkan pendidikan formal. Sebanyak 75% developer profesional percaya bahwa keterampilan praktis perlu dipelajari di luar kampus, sementara 63% menjadikan online course sebagai sumber belajar utama.

“Selama sebelas tahun, kami berkomitmen memberdayakan talenta digital melalui pembelajaran yang berdampak. Upaya ini telah memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp 6,5 triliun bagi Indonesia,” kata Narenda.

DDC 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, menilai penguasaan AI menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

“Kami mendukung konferensi ini sebagai ajang peningkatan kapasitas dan jejaring developer Indonesia. Kami optimistis AI akan menjadi akselerator bagi kiprah talenta digital di berbagai industri,” ujarnya.

Selain sesi keynote, konferensi ini menghadirkan diskusi panel yang melibatkan pemerintah, akademisi, praktisi industri, hingga alumni Dicoding. Beragam perspektif dibahas, mulai dari pembentukan talenta digital yang humanis hingga kesiapan menghadapi dunia kerja di era AI.

Untuk memperkuat kompetensi peserta, DDC 2026 juga menghadirkan tiga jalur teknologi utama, yakni Gen AI & Data Science, Modern App Development berbasis AI, serta AI untuk Cloud Infrastructure dan DevOps. Dengan dukungan mitra strategis seperti DBS Foundation, IBM, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Lintasarta, Dicoding menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital unggul di era AI-first.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Asah 2025 Dorong Pemerataan Talenta Digital Indonesia

Asah 2025 Dorong Pemerataan Talenta Digital Indonesia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon