Asah 2025 Dorong Pemerataan Talenta Digital Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 | 19:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mahasiswa menjadi fokus utama Program Asah 2025 yang digelar Dicoding sebagai upaya mendorong pemerataan talenta digital Indonesia. Program pembelajaran teknologi intensif ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus memperkuat soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja modern.
Program Asah 2025 resmi ditutup melalui seremoni kelulusan pada Februari lalu sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta yang telah menuntaskan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan. Selama periode tersebut, peserta menjalani rangkaian pembelajaran terstruktur yang menggabungkan teori dan praktik berbasis kebutuhan industri.
Berkolaborasi dengan Accenture, Dicoding memadukan pembelajaran mandiri melalui platform digital dengan kelas live, sesi mentoring, dan studi kasus nyata. Dalam prosesnya, mahasiswa bekerja dalam tim untuk merancang solusi atas tantangan industri, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang selaras dengan dinamika ekonomi digital.
Hingga saat ini, program ini telah melatih ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari 75 persen di antaranya berasal dari kota kecil dan menengah, mempertegas komitmen pemerataan akses pendidikan teknologi. Skema ini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa di luar kota besar untuk mendapatkan pelatihan berkualitas dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Keberhasilan program juga tercermin dari capaian para lulusannya. Salah satunya Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi dari Universitas Gunadarma, yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025. Ia mengaku pengalaman selama mengikuti program memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan profesionalnya.
“Saya merasakan langsung manfaat program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Awalnya saya gugup berinteraksi dengan para senior leader, tetapi pelatihan soft skills di Asah membantu membangun kepercayaan diri dan pola pikir yang lebih positif,” ujar Alia.
Dengan tingkat kelulusan mencapai 95 persen, Asah menjadi salah satu program paling berhasil yang dijalankan Dicoding dalam enam tahun terakhir. Dalam seremoni kelulusan, diumumkan pula bahwa program ini akan kembali digelar dalam beberapa bulan mendatang, dengan pendaftaran dibuka pada pertengahan 2026 melalui situs resmi Dicoding.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menegaskan bahwa program ini membuktikan talenta digital dapat lahir dari berbagai daerah. “Program Asah menunjukkan bahwa ketika akses dan kesempatan dibuka secara merata, potensi luar biasa bisa berkembang. Kolaborasi dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan dan membangun talenta berkualitas untuk transformasi digital Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, B Budiono, Managing Director, AI and Data, Indonesia, Accenture, menyebut pembekalan teknologi mutakhir seperti AI harus diimbangi kesiapan mental dan profesional. “Melalui Program Asah, kami membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi sekaligus pola pikir dan ketangguhan untuk berkembang di era AI. Investasi pada talenta muda hari ini adalah kunci daya saing Indonesia di masa depan,” katanya.
Ke depan, program ini diharapkan terus memperluas dampak dan mempercepat distribusi kompetensi digital secara inklusif, sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja berbasis teknologi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




